Pro Kepri

PAD dari PKB Sudah Lampaui Target

Pemeriksaan fisik kendaraan roda dua dan roda empat di Lapangan Pamedan, Tanjungpinang saat relaksasi pajak, belum lama ini. F. Peri Irawan

batampos.co.id-Gubernur Kepri, Ansar Ahmad tidak menampik Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) masih menjadi andalan untuk mengerek Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Provinsi dengan basis maritim ini. Atas dasar itu, Gubernur meminta Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kepri melakukan evaluasi atas program diskon PKB pada tahun ini.

BACA JUGA: Pemilik Motor di Tanjungpinang Lebih Taat Bayar Pajak Kendaraan

“Saat ini Pemprov Kepri sedang mengevaluasi kebijakan yang dijalankan sepanjang tahun 2021 tersebut. Karena sektor ini masih bisa kita optimalkan lagi, selain pendapatan retrebusi,” ujar Gubernur Ansar di Aula Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, kemarin.

Ditegaskannya, di tahun 2022 mendatang, Pemprov berkomitmen mengintensifkan realisasi pendapatan daerah. Tujuannya untuk mengejar target pendapatan daerah dari sektor pajak dan retribusi daerah di tahun 2022. Apalagi target pendapatan sudah dinaikan sebesar Rp168 miliar dari jumlah target tahun ini.

“Kita tetap optimis target-target pendapatan yang sudah dirancang, baik dari sektor pajak maupun retrebusi daerah tercapai. Karena ada beberap sektor pada tahun ini, progresnya melebih dari target yang ditetapkan,” tutup Gubernur.

Sementara itu, Kepala BP2RD Provinsi Kepri, Reni Yusneli menambahkan, realiasi pajak dan retribusi sampai 3 Desember 2021 lalu adalah sebesar 100,5 persen. Menurutnya, capaian tersebut sudah over target. Sementara itu, untuk program diskon denda PKB sudah berakhir pada November 2021 lalu.

“Realisasinya juga telah melebihi dari target yang ditetapkan. Kita kemarin targetkan Rp 24 miliar, terealisasinya Rp 25 miliar. Untuk tahun depan, akan kita evaluasi pelaksaan tahun ini, namun tidak menutup peluang programnya dilanjutkan,” jelas Reni.(*)

Reporter: Jailani