Metropolis

Alasan Pasar Wan Sri Beni Belum Beroperasi

 

batampos.co.id – Status Pasar Wan Sri Beni di Tanjungriau, Sekupang, ternyata masih milik Kementerian Perdagangan (Kemendag). Karena alasan itulah sampai saat ini pasar tersebut belum bisa digunakan, meski telah selesai dibangun.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, pembangunan Pasar Wan Sri Beni dilakukan pemerintah pusat tahun lalu. Anggaran yang digunakan untuk pembangunan itu dari APBN berkisar Rp 1,8 miliar.

Warga melihat bangunan Pasar Rakyat Wan Sri Beni yang berada di hutan Tanjungriau, Sekupang, Minggu (5/12). Penggunaan pasar ini menunggu penyerahan dari Kementerian Perdagangan ke pemerintah daerah.
foto: Dalil Harahap / Batam Pos

“Kami hanya bagian monotoring (pengawasan) pasar tersebut. Hampir setiap bulan kami goro (gotong royong) di sana. Kalau tak dibersihkan, pasti sudah semak semua,” kata Gustian kepada Batam Pos, Senin (6/12/2021).

Karena dibangun oleh pemerintah pusat dengan APBN, maka status pasar tersebut masih milik pemerintah pusat. Pemko Batam pun menunggu status pasar tersebut dihibahkan, sehingga bisa segera digunakan.

“Pasar itu (Wan Sri Beni) belum dihibahkan ke Pemko Batam, jadi tak bisa digunakan. Di mana pun pembangunan, jika anggaran dari APBN dan belum dihibahkan ke daerah, maka tak bisa digunakan,” ujar Gustian.

Dikatakannya, 2020 lalu pemerintah pusat membangun sejumlah pasar di beberapa daerah. Kota Batam beruntung dapat anggaran tersebut. Apalagi, lahan yang digunakan untuk pemba­ngunan pasar sudah tersedia. Yakni, lahan fasum hibah dari developer.

“Kota Batam dapat hibah pasar, artinya Batam hebat. Tak semua daerah dapat. Akhir tahun ini diserahkan. Januari 2022 sudah boleh digunakan,” terang Gustian.

Setelah status pasar dihibahkan, Pemko Batam nanti akan membuat Surat Keputusan (SK) untuk penunjukan petugas dan penjual di Pasar Wan Sri Beni. Bahkan, pihaknya sudah beberapa kali menggelar rapat dengan RT/RW dan lurah setempat.

“Lokasi pasar ini juga dekat dengan permukiman warga, itu kan tanah hibah dari developer, jadi pasti ada permukiman. Kami juga minta developer membuat alur jalan menuju pasar,” kata Gustian.

Saat dihibahkan nanti, pihaknya akan memberi tahu kondisi pasar kepada pemerintah pusat. Sebab, masa perawataan masih kewenangan pemerintah pusat.

“Tinggal pasang rolling door (pintu geser) dan listrik. Terkait kondisi akan kami lapor ke pusat,” imbuh Gustian.

Dia menjelaskan bahwa di lokasi pasar itu hanya terdapat 5 kios. Namun, wilayah lapak cukup luas untuk para pedagang.

“Jumlah kios memang sedikit, karena memang pasarnya kecil,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak selesai pembangunan sampai saat ini, Pasar Wan Sri Beni tak kunjung digunakan. Bahkan, sejumlah fasilitas pendukung di pasar tersebut hilang dan bahkan rusak.

Pantauan Batam Pos di lokasi, Minggu (5/12), mulai dari partisi, rolling door, pintu kamar mandi hingga instalasi kabel listrik tak tampak di lokasi pasar rakyat ini. Selain itu, plafon pasar juga sudah mulai rusak dan berjatuhan. Bola lampu hilang serta kaca bangunan sudah banyak yang pecah.

“Persisnya sudah seperti rumah hantu, bukan pasar lagi. Sejak selesai dibangun sampai saat ini tak pernah digunakan,” ujar Arif, warga sekitar, Minggu (5/12/2021). (*)

 

Reporter : Yashinta
Editor : Ratna Irtatik