Pro Kepri

Ansar Desak Kepala BP2RD 2022 Genjot Pajak Kendaraan Bermotor

Gubkepri Ansar Ahmad

batampos.co.id-Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri sudah menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran (TA) 2022 mendatang sebesar Rp1,3 triliun. Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mendesak Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kepri untuk mengoptimalkan sektor Pajak Kenderaan Bermotor (PKB).

BACA JUGA: Dua Tahun UMK Bintan Tidak Naik, Pekerja di Bintan Kecewa

Dari sektor pajak daerah, Pemprov Kepri membidik Rp1,1 triliun. Adapun komponen andalan untuk mengerek PAD tersebut adalah PKB Rp425 miliar, Bea Balik Nama Kenderaan Bermotor Rp216 miliar, Pajak Bahan Bakar Kenderaan Bermotor Rp339 miliar, dan Pajak Air Permukaan Rp1 miliar. Sementara itu, untuk sektor retribusi daerah, ditargetkan sebesar Rp69 miliar.

BACA JUGA: PAD dari PBB P2 dan BPHTB Lampaui Target

Dalam struktur PAD TA 2022, Pemprov Kepri mengeluarkan retribusi jasa labuh jangkar sebesar Rp200 miliar. Kondisi tersebut disebabkan polemik pengelolaan yang belum selesai antara Pemprov Kepri dengan Kementerian Perhubungan. Dalam laporan BP2RD Provinsi Kepri, pada triwulan III sudah masuk ke kas daerah sebesar Rp237 juta. Adapun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), pada tahun 2022 sektor ini diplot sebesar Rp5 miliar.

“Karena belum ada kepastian kita mendapatkan pengelolaan labuh jangkar, makanya sektor ini dikeluarkan dari komponen PAD tahun 2022 mendatang,” ujar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad di Aula Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Senin (6/12).

Diakui Gubernur, untuk mendapatkan kewenangan mengelola labuh jangkar memang tidak semudah yang diharapkan. Bagi menghindari terjadinya defisit anggaran tahun 2022, ia meminta BP2RD Provinsi Kepri untuk mengoptimalkan pengelolaan pendapatan daerah yang sudah ada. Salah satu sektor adalah PKB yang dinilai masih bisa ditingkatkan pendapatannya.

“DPRD Provinsi Kepri menilai untuk sektor PKB masih pada angka 60 persen. Makanya, dinilai masih bisa ditingkatkan pendapatannya,” jelas Gubernur. (*)

Reporter: Jailani