Pro Kepri

Cinta Ditolak, Nafsu ”Bertindak”

Kapolsek Bintan Timur, AKP Suardi saat ekspos kasus percobaan pemerkosaan yang terjadi di Desa Kelong, Bintan di Mapolsek Bintan Timur, Selasa (7/12). F.Slamet Nofasusanto

batampos.co.id– Seorang pemuda asal Bintan berinisial HS, 26, harus berurusan dengan polisi karena melakukan percobaan pencabulan terhadap gadis berusia 19 tahun, berinisial, RM.

Kasus percobaan pemerkosaan yang terjadi di Desa Kelong, Bintan, Sabtu (20/11) lalu, dikarenakan cinta tersangka terhadap korban bertepuk sebelah tangan.

Kapolsek Bintan Timur, AKP Suardi mengatakan, tersangka pernah ditahan karena kasus penganiayaa. Kali ini, tersangka kembali berurusan dengan polisi karena kasus percobaan pemerkosaan. “Dalam kasus ini, korban dan tersangka masih satu desa,” kata Suardi di Mapolsek Bintan Timur, Selasa (7/12).

Suardi mengatakan, motif tersangka melakukan perbuatan tersebut ternyata karena tersangka yang sudah lama menyukai korban, tapi korban tidak meresponnya. “Cinta bertepuk sebelah tangan,” kata Suardi.

BACA JUGA: Cabuli Keponakan, Tukang Bangunan Diciduk dari Jalan Garuda

Suardi menerangkan, saat itu tersangka yang dalam keadaan mabuk mendatangi korban yang sedang terpulas tidur. “Tersangka masuk lewat pintu belakang,” kata Suardi.

Melihat korban yang sedang tidur, tersangka membekap mulut korban dan berusaha mencabuli korban dengan paksa.

Korban yang kaget langsung terbangun dan berteriak lantang. Teriakan korban membuat orangtua korban terbangun. “Tahu orangtua korban bangun, tersangka langsung kabur dari pintu belakang,” kata Suardi.

Setelah menerima laporan, polisi tidak butuh waktu lama untuk menangkap tersangka. Suardi mengatakan, pihak kesehatan telah melakukan visum terhadap korban. Hasilnya, korban mengalami luka memar di bagian mulut. “Korban sampai sekarang masih trauma,” kata Suardi.

Sementara tersangka, HS mengakui perbuatannya. HS juga mengakui menyukai korban namun selama ini korban tidak meresponnya.

Saat kejadian, HS mengakui dirinya mabuk dan tidak sadarkan diri hingga melakukan perbuatan tersebut. “Saya mabuk, memang tidak sadar melakukan itu,” kata HS mengaku.

Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal 285 KUHP Jo Pasal 53 KUHP, kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa perempuan yang bukan istrinya bersetubuh, dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya 12 tahun. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO