Metropolis

Ini Penyebab Koki di Batam Tewas di Kamarnya

Personel kepolisian mengevakuasi jasad Boni Fasius Suharto yang ditemukan meninggal dunia di Hotel Penuin. Foto: AKP Budi Hartono untuk Batam Pos

batampos.co.id – Boni Fasius Suharto, Koki Hotel Penuin yang ditemukan tergeletak di kamar 348 hotel tersebut, dipastikan tewas akibat sakit yang dideritanya.

Pasalnya, hasil visum tak menunjukkan adanya bekas kekerasan pada tubuhnya.

”Hasil visumnya tak ada tanda kekerasan,” ujar Kapolsek Lubukbaja, AKP Budi Hartono, Senin (6/12/2021).

Budi menjelaskan, dari pemeriksaan saksi dan rekan kerja Boni, selama ini pria 56 tahun tersebut kerap mengeluh sakit di bagian dada.

Selain itu, di kamar Boni ditemukan obat-obatan yang digunakan untuk penderita HIV.

”Rekan kerjanya bilang dia (Boni) sakit asma. Tapi untuk mengetahui itu (HIV), memang harus diautopsi dulu,” katanya.

Budi menambahkan, dari keterangan rekan kerjanya, Boni memang merahasiakan sakit HIV yang dideritanya.

”Dia merahasiakan. Karena penyakit itu bisa menular,” ungkapnya.

Saat ini, jasad Boni masih disemayamkan di RS Bhayangkara. Rencananya, pihak keluarga akan mengambil jasad tersebut untuk dimakamkan di Samarinda, Kalimantan Timur.

Seperti diberitakan sebelumnya, tamu Hotel Penuin dihebohkan dengan tewasnya Boni Fasius Suharto, penghuni kamar 348, Minggu (5/12/2021). Pria 56 tahun tersebut ditemukan dalam kondisi terbaring di kasur.

Informasi yang didapatkan, Boni yang merupakan koki hotel tersebut ditemukan oleh sekuriti hotel. Sebab, Boni sudah tak terlihat sejak tiga hari sebelumnya.

Reporter: Yofi Yuhendri