Metropolis

Memasuki Musim Angin Utara, Waspada Gelombang Tinggi

 

batampos.co.id – Wilayah Kepulauan Riau memasuki musim utara yang berbarengan dengan periode puncak hujan tertinggi. Hal ini menyebabkan peningkatan potensi gelombang tinggi di sebagian besar wilayah Kepri.

Stasiun Meteorologi Hang Nadim memperkirakan, pada Selasa ini (7/12), gelombang tinggi terjadi empat kabupaten di Kepri.

F. Dalil Harahap/Batam Pos
Anak-anak bermain di air rob atau air luapan dari laut di Tanjunguncang, Batuaji, Minggu (5/12). Selama musim angin utara, masyarakat diingatkan lebih waspada, terutama dengan tinggi gelombang laut.

”Nelayan di Bintan, Lingga, Anambas serta Natuna, agar waspada dan berhati-hati ter­hadap gelombang tinggi,” kata Koordinator Bidang Da­ta dan Informasi Stamet Hang Nadim, Suratman, Senin (6/12).

Ia merinci, gelombang setinggi 2 meter terjadi di perairan Lingga. Lalu, gelombang setinggi 2,5 meter diprediksi akan terjadi di perairan Bintan, gelombang setinggi 4 meter di perairan Anambas.

”Paling tinggi itu di Natuna, gelombang diprediksi bisa setinggi 5 meter,” ujarnya.
Gelombang tinggi ini sangat berbahaya bagi masyarakat yang beraktivitas di laut. Suratman berharap agar masya-rakat berhati-hati, atau meng-hindari dulu wilayah-wilayah yang diprediksi terjadi gelombang tinggi.

Suratmam mengatakan, untuk gelombang di atas 1,25 meter, dapat berisiko tinggi terhadap perahu nelayan. Lalu, gelombang setinggi 1,5 meter, berdampak terhadap kapal tongkang. Gelombang setinggi 2,5 meter berdampak ke kapal feri.

”Gelombang di atas 4 meter berdampak ke kapal kargo atau pesiar. Mohon kepada masya-rakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, agar tetap selalu waspada,” ujar Suratman.

Stamet Hang Nadim tidak hanya memperkirakan gelombang tinggi, tapi juga potensi hujan dengan intensitas ri-ngan hingga sedang. Hujan yang turun juga disertai petir dan angin kencang.

”Masyarakat agar berhati-hati, baik beraktivitas di laut maupun darat. Bagi nelayan dapat memperbarui informasi cuaca melalui laman BMKG, sehingga dapat mengetahui prakiraan cuaca di daerahnya masing-masing. Kami akan terus memperbarui setiap terjadinya perubahan cuaca,” tuturnya. (*)