Nasional

Omicron Kian Dekat, Batam Waspada

batampos.co.id – Temuan varian baru Covid-19, yakni omicron di negeri tetangga Singapura dan Malaysia membuat Batam waspada. Pasalnya, Batam pintu masuk pemulangan pekerja migran Indonesia (PMI) dari luar negeri, khususnya dari dua negara tetangga tersebut.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. (Dalil Harahap/BatamPos)

“Perlu langkah serius mengantisipasi masuknya Covid-19 jenis terbaru (Omicron) ke Kota Batam,” ujar Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, kemarin.

Kekhawatiran Pemko Batam kian tinggi terhadap virus varian baru ini karena Singapura mulai membuka pintu masuk bagi WNI, dengan keringanan tanpa karantina. Ditambah lagi WNI yang dipulangkan dari Malaysia.

“Ini harus diantisipasi, jangan sampai virus ini masuk ke Batam,” sebutnya.

Menurutnya, persoalan pemulangan PMI ini melibatkan berbagai sektor dari tingkat kota, provinsi, hingga pusat. Untuk kebijakan pemulangan ditangani oleh Danrem, sedangkan untuk perawatan dipusatkan di RSKI ini yang langsung terhubung dengan pusat. Sedangkan untuk Batam merupakan lokasi pemulangan.

“Jadi kompleks ini yang menangani. Makanya perlu langkah bersama-bersama dalam menangani pemulangan PMI,” sebutnya.

Sejauh ini, Pemko Batam sudah mengusulkan penundaan pemulangan PMI dari negara tetangga. Kendati demikian hal ini merupakan kebijakan dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk hal ini.

“Kalau tidak bisa ditunda. Berarti kita di Batam ini yang harus menjaga diri. Selain itu juga bisa meningkatkan pengawasan terhadap proses pemulangan dari pelabuhan hingga tempat karantina,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, varian Omicron jauh mudah menular dibandingkan varian Delta. Bahkan varian Omicron ini digolongkan ke dalam kategori variant of concern, karena ia menular lebih cepat ketimbang varian lain jenis lainnya.

“Ya, varian ini hanya lebih cepat menular saja,” ungkap Didi, Senin (6/12).

Meski begitu, Didi mengungkapkan bahwa varian Omicron tidak memperlihatkan indikasi dapat menyebabkan penyakit parah atau kematian. “Hanya lebih mudah menular, tapi tidak lebih mematikan,” tambahnya.

Sejauh ini, lanjut Didi, belum ditemukan adanya varian virus ini di Kota Batam. Hanya saja ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

“Prokes tetap wajib dijalankan, karena ini salah satu upaya kita memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini,” tegasnya.

Selain itu, berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam pada Senin (6/12), terdapat tambahan satu orang pasien sembuh Covid-19. Sehingganya pasien aktif di Batam saat ini kembali turun menjadi lima orang.

“Ya, ada tambahan satu pasien sembuh, dengan tingkat kesembuhan saat ini mencapai 96,722 persen,” ungkap Didi yang juga sebagai Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Covid -19 Batam.

Selanjutnya, sepanjang 24 jam terakhir tercatat tidak ada penambahan pasien baru ataupun pasien yang meninggal.

Adapun wilayah berzona kuning saat ini ialah, Baloi Permai, Sagulung Kota, Sekanak Raya, Batu Selicin, dan Tanjunguma dengan masing-masing satu kasus aktif. Sisanya 59 kelurahan lain berzona hijau atau tak ada kasus Covid-19. (*)

Reporter : YULITAVIA
RENGGA YULIANDRA