Nasional

Omicron Tak Seganas Delta, Bursa Segera Bangkit

Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Saham Gabungan di Bursa Efek, Jakarta, Rabu (6/10). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

batampos.co.id – Kemarin (6/12) indeks harga saham gabungan (IHSG) menghijau setelah pekan lalu memerah. Menguat tipis 0,13 persen atau 8,61 poin di posisi 6.547,12. Hingga perdagangan ditutup, terdapat 214 saham menguat, 301 saham melemah, dan 151 saham stagnan.

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron. (FReuters)

Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee menyebutkan, pergerakan pasar saham nasional masih berfluktuasi. Investor terus mencermati perkembangan Covid-19 varian Omicron. Terutama setelah kasus pertama di Amerika Serikat (AS) dikonfirmasi pada Rabu (1/12). Sebanyak 27 negara di seluruh dunia telah melaporkan infeksi varian baru tersebut meskipun jumlah kasus masih tergolong kecil di luar Afrika Selatan.

“Jika persebaran varian Omicron cepat, tetapi tidak menimbulkan sakit parah, pasar saham hanya koreksi terbatas. Akan bangkit kembali,” katanya tadi malam.

Hans menjelaskan, prediksi tersebut dikuatkan pernyataan JPMorgan Chase & Co yang menyebutkan bahwa Omicron mungkin akan lebih mudah menular. Namun, sejumlah laporan awal menunjukkan bahwa varian itu kemungkinan kurang mematikan. Kondisi tersebut sesuai dengan pola evolusi virus yang diamati secara historis yang ditulis ahli strategi Marko Kolanovic dan Bram Kaplan.

Situasi itu pada akhirnya akan menjadi positif bagi pasar aset berisiko. Omicron bisa menjadi katalis untuk menajamkan (bukan meratakan) kurva imbal hasil. “Aksi jual baru-baru ini sebagai peluang untuk membeli saat harga turun dalam cyclical asset, komoditas, serta sektor yang diuntungkan pembukaan kembali. Dan, obligasi ketika imbal hasil yang lebih tinggi,” jelas dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Trisakti tersebut.

Selain itu, Hans menyatakan potensi perubahan kebijakan bank sentral global yang dipimpin The Federal Reserve (The Fed). Chairman The Fed Jerome Powell menegaskan di depan Kongres Amerika Serikat bakal mempercepat penghentian pembelian obligasi. Serta, mendorong kenaikan suku bunga pada pertemuan 14–15 Desember. Menjelang pertemuan tersebut, prediksinya pasar saham lebih bergejolak beberapa pekan ke depan.

“IHSG support di level 6.484 sampai 6.400 dan resistance di level 6.647 hingga 6.700. Berpeluang menguat di akhir pekan,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP GROUP