Metropolis

Pintu Masuk PMI, Omicron Makin Dekat ke Batam

Satgassus meninjau pemulangan PMI Provinsi Kepri, memantau pemulangan PMI di Pelabuhan Internasional Batam Center. Dengan adanya Surat Edaran terbaru saat iin para PMI yang berada di Kota Batam akan dikarantina selama 10×24 jam. Foto: Satgassus PMI Provinsi Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Adanya temuan varian baru Covid-19, yakni omicron di negeri tetangga Singapura dan Malaysia membuat Batam waspada tingkat tinggi. Pasalnya, Batam pintu masuk pemulangan pekerja migran Indonesia (PMI) dari luar negeri, khususnya dari dua negara tetangga tersebut.

“Perlu langkah serius mengantisipasi masuknya Covid-19 jenis terbaru (Omicron) ke Kota Batam,” ujar Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, kemarin di Batam.

Kekhawatiran Pemko Batam kian tinggi terhadap virus varian baru ini karena Singapura mulai membuka pintu masuk bagi WNI, dengan keringanan tanpa karantina. Ditambah lagi WNI yang dipulangkan dari Malaysia.

“Jadi ini harus diantisipasi, jangan sampai virus ini masuk ke Batam,” sebutnya.

Menurutnya, persoalan pemulangan PMI ini melibatkan berbagai sektor dari tingkat kota, provinsi, hingga pusat. Untuk kebijakan pemulangan ditangani oleh Danrem, sedangkan untuk perawatan dipusatkan di RSKI ini yang langsung terhubung dengan pusat. Sedangkan untuk Batam merupakan lokasi pemulangan.

“Jadi kompleks ini yang menangani. Makanya perlu langkah bersama-bersama dalam menangani pemulangan PMI,” sebutnya.

Sejauh ini, Pemko Batam sudah mengusulkan penundaan pemulangan PMI dari negara tetangga. Kendati demikian hal ini merupakan kebijakan dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk hal ini.

“Kalau tidak bisa ditunda. Berarti kita di Batam ini yang harus menjaga diri. Selain itu juga bisa meningkatkan pengawasan terhadap proses pemulangan dari pelabuhan hingga tempat karantina,” ujarnya. (*)

 

Reporter : YULITAVIA
RENGGA YULIANDRA