Metropolis

Dinas Kesehatan Kota Batam Keluarkan Surat Edaran Deteksi Dini Omicron

Ilustrasi. Stop Covid-19. Foto: Pixabay.com

batampos.co.id – Dinas Kesehatan Batam mengeluarkan surat edaran tentang deteksi dini Omicron varian terbaru Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, lewat surat edaran ini disampaikan ke seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Batam yang melakukan pemeriksaan PCR.

Dimana apabila dijumpai hasil PCR positif dengan batas ct < 30 harus ke laboratorium sekuensing (Litbangkes).

Selanjutnya, bila pasien dengan gejala suspek Covid-19 hasil PCR negatif dengan menggunakan alat yang satu gen harus dikonfirmasi sampel yang negatif ke laboratorium yang mampu mendeteksi gen lain yang stabil N, E, Orf1b, dan RdRp minimal dua gen.

Untuk laboratorium yang masih menggunakan satu gen diberi waktu dua bulan yaitu sampai 31 Januari 2022 untuk mempersiapkan laboratorium dengan kemampuan mendeteksi minimal 2 gen.

Selain itu, lembar hasil PCR harus mencantumkan CT Value dari masing-masing gen yang diperiksa.

“Kita sudah buat surat edarannya. Hal ini sebagai langkah antisipasi kita menghadapi varian Omicron ini,” ujar Didi, Rabu (8/12).

Sebab, kalau masih satu gen dikhawatirkan varian Omicron ini bisa lolos dari pemeriksaan. Sejauh ini Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) dan Rumah Sakit Galang telah memakai PCR dengan gen minimal dua.

“Yang menjadi konsen kita untuk WNA yang masuk, agar KKP menuju ke laboratorium atau RS yang punya kemampuan PCR minimal dua gen,” ucapnya.

Didi menambahkan, pihaknya juga sudah meminta KKP guna memastikan kembali ketika laboratorium tersebut sudah memiliki minimal dua gen pada pemeriksaan PCRnya.

“Disamping kita buat edaran, kita juga minta KKP memastikan yang dipakai itu (laboratorium) sudah dua gen. Saat ini untuk kedatangan WNA di pelabuhan yang ditunjuk ada 3 laboratorium,” ungkap Didi.

Selanjutnya untuk pekerja migran Indonesia yang masuk ke Batam lanjutnya, memakai laboratorium PCR RSKI Galang untuk entri pemeriksaan.

Reporter: Rengga Yuliandra