Pro Kepri

 Harga Sejumlah Sembako di Pasar Bintan Center dan Pasar Baru Beda Rp2.000

Wali Kota Tanjungpinang bersama Kepala Disdagin dan Satgas Pangan Polres Tanjungpinang saat sidah harga sembako di Pasar Baru I , Rabu (8/12)f.humas Pemko

batampos.co.id-Pemko Tanjungpinang bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Tanjungpinang Polres Tanjungpinang memonitoring harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Tradisional menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Wali Kota Tanjungpinang, Rahma menyampaikan sidak di Pasar Bintan Center dan Pasar Baru Tanjungpinang itu untuk memantau langsung stok dan harga kebutuhan pokok menjelang Nataru. “Terkait stok yang tersedia menjelang perayaan hari besar natal dan tahun baru, alhamdulillah dari pantauan kita terpenuhi,” kata Rahma, Rabu (8/12).

BACA JUGA: Bantu Masyarakat, Permabudhi Bintan Bagikan Sembako

Dijelaskan Rahma dari pantauan tersebut ada sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga seperti cabai rawit dan ayam potong. Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Tanjungpinang harga cabai rawit harga tertinggi mencapai Rp 56 per kilogram (Kg), sedangkan ayam potong Rp 38 per Kg.

Dalam sidak itu, satgas pangan juga menyoroti perbedaan selisih harga di Pasar Bintan Center dan Pasar Baru. Menurutnya, selisih harga ini menjadi salah satu penyebab semakin sepi pengunjung di Pasar Baru Tanjungpinang.

“Ini mempengaruhi pengunjung, karena kalau beda Rp 2 ribu untuk beli satu jenis, bagaimana kalau banyak jenis tentu ini jadi banyak perbedaannya. Untuk mensiasatinya tentu harga harus kompetitif bersaing dengan baik, sehingga roda perekonomian di Pasar Baru ini bisa kembali pulih,” ungkapnya.

Sementara itu, satgas Pangan Tanjungpinang, AKP Awal Sya’ban Harahap melalui Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu (Kanit Tipiter) Satreskrim Polres Tanjungpinang, Rizky Yudiyanto mengatakan pihaknya sudah melakukan pengawasan terhadap harga bahan pokok yang dijual oleh para pedagang.

“Kita sudah monitor kenaikan harga dan setiap hari berkoordinasi dengan Disperindag Kota Tanjungpinang,” ujar Rizky.

Dari hasil sidak di Pasar Baru Tanjungpinang tersebut itu, kata Rizky ada harga bahan pokok mengalami kenaikan seperti cabai rawit, namun tidak terlalu signifikan. “Ada beberapa bahan pokok yang naik seperti cabai, itu karena faktor cuaca saja,” ujarnya.

Selain memantau harga sembako, lanjut Rizky menjelaskan pihaknya juga memeriksa ketersediaan atau stok kebutuhan pokok menjelang perayaan Nataru, selama pemeriksaan dilakukan masih aman, belum dan yang melakukan penimbunan.

Sementara itu, salah seorang pedagang, Junaidi, 45, mengaku saat ini yang mengalami kenaikan adalah harga cabai rawit sudah mencapai Rp 60 ribu per Kilogram (Kg) dari yang sebelumnya hanya senilai Rp 44 ribu. “Sekarang cabai merah yang turun dari beberapa waktu lalu Rp 62 ribu per Kg sekarang Rp 48 ribu,” tuturnya.

Kemudian, harga sayur kangkung saat ini senilai Rp 14 ribu per ikat, dari sebelumnya hanya Rp 4 ribu per ikat, sayur sawi juga mengalami kenaikan senilai Rp 10 ribu sebelumnya hanya Rp 6 ribu per ikat, kini sudah mencapai Rp 16 ribu. “Kenaikan ini biasanya karena stok barang sedikit, kalau stoknya banyak harganya akan turun lagi,” tambahnya. (*)

Reporter: Peri Irawan