Metropolis

Pengawasan Lokasi Karantina Diperketat

Rusunawa tempat para PMI dikarantina di Batam. ( F Dalil Harahap/Batam Pos)

batampos.co.id – Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) di lokasi karantina Rusunawa BP dan Pemko Batam di Tanjunguncang kembali meningkat mendekati angka 800 orang, Selasa (7/12).

Jumlah ini meningkat drastis dari bulan sebelumnya yang relatif diangka 300 hingga 500 PMI. Peningkatan PMI yang kembali ke tanah air ditenggarai karena menjelang akhir tahun. Banyak PMI yang ingin merayakan Natal dan Tahun Baru di kampung halaman.

“Sudah seminggu ini, jumlahnya diatas 700 san orang. Hari ini masih ada 796 orang. Yang sudah dipindahkan ke Rumah sakit karena positif ada tujuh orang,” ujar dr Anggitha, petugas medis yang menangani kesehatan para PMI di Rusunawa.

Baca Juga: Woh!, Ada 7 Ribu PMI Antre Pulang Lewat Batam

PMI yang berada di lokasi karantina ini mendapat pengawasan yang ketat dari petugas gabungan. Aktifitas mereka benar-benar diperhatikan agar tidak dulu berbaur ataupun keluar dari lokasi karantina sebelum ada kepastian hasil swab yang menyatakan positif atau negatif.

“Masa karantina juga ditingkatkan jadi sepuluh hari karena ada varian terbaru (Omicron) yang sudah mewabah di beberapa negara tetangga. Kita berharap agar Covid-19 ini segera berakhir makanya penanganan PMI benar-benar diperhatikan,” ujarnya.

Baca Juga: Pintu Masuk PMI, Omicron Makin Dekat ke Batam

Para PMI yang menjalani karantina ini harus melewati dua kali test swab. Jika ada yang positif maka mereka harus dirawat terlebih dahulu hingga sembuh sebelum diperkenankan kembali ke daerah asal. Sampel PMI yang terkonformasi positif juga diperiksa lagi bersama Litbangkes untuk mengetahui jenis atau varian Covid-19 yang dibawa PMI yang positif tadi. (*)

Reporter: EUSEBIUS SARA