Pro Kepri

Sedih, Gubuk Pak Daeng di Pulau Telang Kecil, Mantang Besar Roboh Disapu Gelombang Air Laut Pasang

Daeng meratapi gubuknya yang roboh disapu gelombang air laut yang sedang pasang, Selasa (7/12). F.kiriman Chandra

batampos.co.id- Seorang warga lanjut usia (lansia) yang tinggal sebatang kara, Daeng, 60, meratapi nasibnya setelah gubuk yang ditempatinya roboh disapu gelombang air laut pasang dan angin kencang.

Peristiwa tersebut terjadi di Pulau Telang Kecil, Desa Mantang Besar, Kecamatan Mantang, Bintan, Selasa (7/12) sekira pukul 10.00 WIB.

BACA JUGA: Kapal Firman Jaya 2 Tenggelam, Pemilik Ngaku Rugi Rp1 Miliar Lebih

Robohnya gubuk Daeng tidak terjadi sekaligus. 5 hari sebelumnya, tepatnya Kamis (2/12) sore bersamaan air laut pasang tinggi, tongkat gubuk Daeng patah disapu gelombang air laut.

Menurut warga setempat, Chandra, gubuk tersebut tidak roboh sekaligus, namun perlahan-lahan karena bagian belakang rumahnya ditahan pohon bakau “Hari pertama tongkat gubuk bagian depan yang menghadap ke laut yang mulai patah karena disapu gelombang hingga posisi rumah mulai miring,” kata Chandra.

Sejak kejadian tersebut, korban masih tinggal di rumah. Tiga hari kemudian, warga menyarankan korban mengungsi ke rumah warga karena dikhawatirkan gubuknya hanyut dibawa ombak di malam hari.

Dikatakan Chandra, ketika gubuk bagian depan mulai roboh, korban sudah di luar. Gubuk korban benar-benar roboh total dan rata dengan tanah terjadi pada Rabu (8/12) sekira pukul 10.00 WIB. “Sekarang korban tinggal di rumah warga atas nama Pak Gafar,” katanya.

Chandra mengatakan, sejak gubuknya roboh, korban lebih banyak diam dan terkadang menangis mengenang gubuknya yang sudah tidak berdiri kokoh lagi.

“Iya sedih melihatnya, dalam keadaan tua renta, tidak punya saudara, hidup dirantau orang sendiri, pak Daeng terkadang menangis. Dia memang bukan penduduk asli sini, namun perantau dari Bugis Makasar yang datang ke Telang sejak 27 tahun lalu,” kata Chandra.

Chandra berharap ada pihak yang terketuk hatinya untuk membantu korban. “Ini sudah bukan tentang siapa dan kenapa tapi sudah menjadi persoalan kemanusiaan,” menurutnya.

Camat Mantang, Siti Zainah mengatakan, pemerintah sudah menanggapi hal ini dan telah melaporkan kejadian tersebut ke BPBD Bintan.

Cuma kendalanya korban tidak memiliki identitas disebabkan korban merupakan pendatang yang sudah lama tinggal di Pulau Telang Kecil, Desa Mantang Besar.

Kendati demikian, Siti Zainah mengatakan, pemerintah telah berkoordinasi dengan relawan yang ingin membantu meringankan beban korban. “Mudah-mudahan diberikan kemudahan,” tukasnya. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO