Metropolis

Kapal Bermuatan 15 Ton Cabai Terdampar, Ini Efeknya untuk Kota Batam

Harga cabai di pasaran Batam masih fluktuatif dan cenderung naik. Hingga Minggu (5/12/2021), harga cabai jenis rawit tembus hingga Rp 70 ribu per kilogram. Foto: Immanuel Sebayang/Batam Pos

batampos.co.id – Kapal pengangkut cabai seberat 15 ton terdampar di perairan Tanjungbalai Karimun. Hal itu yang diduga menjadi penyebab mahalnya harga cabai setan hingga Rp 100 ribu per kilogram (kg).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, kapal pengangkut cabai itu terdampar dua hari satu malam. Penyebabnya, karena angin kencang dan gelombang tinggi.

”Info distributor, kapal yang memuat 15 ton cabai terdampar karena angin kencang, jadi tak bisa tembus ke Batam,” ujar Gustian, Rabu (8/12/2021).

Dikatakannya, cabai tersebut berasal dari Medan, Aceh, dan Padang. Sedangkan untuk daerah Jawa, kiriman sudah mulai dikurangi, karena jauhnya perjalanan. Yang mana, menyebabkan cabai kelamaan di jalan dan menjadi busuk.

”Nah, distributor ambil cabai yang dekat, karena memang lebih tahan. Namun, karena faktor cuaca, pengangkutan ke Batam juga terkendala selama dua hari,” tegas Gustian.

Meski begitu, ia meminta para distributor agar segera menurunkan harga cabai di pasaran. Yakni, kembali di harga normal berkisar Rp 40-42 ribu per kg.

”Saya sudah minta harga cabai diturunkan ke harga normal, Rp 40-42 ribuan. Sehingga tak jadi polemik lagi,” imbuh Gustian.

Menurut dia, harga cabai di Batam dimonopoli oleh tiga distributor. Sehingga, mereka bisa menaikturunkan harga suka-suka. Hal ini tentunya menjadi keresahan di masyarakat Kota Batam.

”Insya allah Januari sudah ada tambahan investor cabai. Dalam waktu dekat, mereka juga MoU (nota kesepahaman) dengan pengelola cabai di Deli Serdang, Sumatra Utara,” papar Gustian.

Sebelumnya, sejumlah masyarakat Kota Batam dibuat kaget karena harga cabai setan tiba-tiba menggila hingga Rp 100 ribu per kg.

Reporter: Yashinta