Pro Kepri

Kelengkapan Dokumen 30 Kapal di Perairan Kepri Diperiksa Instansi Terkait

Petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam melakukan pemeriksaan dokumen awak kapal bersama instansi terkait dalam pelaksanaan operasi gabungan. F.Dokumentasi Imigrasi Batam

batampos- Operasi gabungan yang dilaksanakan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam bersama instansi terkait yang dimulai sejak 29 November lalu telah berakhir pada Rabu, (8/12) lalu. Operasi Gabungan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi antar instansi penyelenggara negara khususnya dalam penegakan hukum di perairan. Sejumlah instansi yang telah turut serta dalam pelaksanaan rangkaian operasi gabungan kali ini, yakni Bea Cukai, BIN Daerah, KKP, Lanal, Marinir, PSDKP, Polairud, Syahbandar, dan Guskamla.

BACA JUGA: Penumpang Kapal Antarpulau Mulai Meningkat, Terutama Sabtu-Minggu

Pembina Penegakan Hukum Internasional Provinsi Kepulauan Riau, Yudi Kurniadi mengatakan, dalam operasi gabungan yang telah dilaksanakan ini, pengawasan dilakukan di perairan Sekupang, Batuampar Punggur dan Barelang. Dalam operasi yang dilaksanakan selama delapan hari itu, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam bersama instansi lainnya telah melakukan pemeriksaan sekitar 30 kapal yang berada di empat perairan tersebut.

“Harapannya semoga operasi gabungan dalam rangka meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan sejumlah instansi terkait dapat berlanjut. Secara substansi penyelenggaraan dan pelaksanaannya sudah berjalan dengan baik,” ujar Yudi yang juga menjabat sebagai Analis Keimigrasian.

Ia melanjutkan, operasi gabungan ini tidak hanya di Kepulauan Riau, operasi gabungan ini juga dilaksanakan dibeberapa daerah seperti di Palu, Sorong dan Riau. Sebab, operasi gabungan ini merupakan program dari Direktorat Jenderal Imigrasi.

“Operasi gabungan ini juga menginformasikan kepada masyarakat, bahwa Imigrasi bukan hanya instansi yang menyelenggarakan pelayanan publik. Tapi juga merupakan instansi yang melaksanakan penegakan hukum,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Ismoyo mengapresiasi kegiatan operasi gabungan ini yang telah berjalan dengan sangat baik. Sebagaimana Imigrasi Batam telah menjalin kemitraan, kolaborasi, dan sinergi yang baik dengan instansi lainnya. Namun hal yang paling penting dari operasi gabungan ini, kata Ismoyo, adanya penyatuan visi, sinergi, dan kolaborasi instansi-instansi terkait dalam pengawasan dan penegakan hukum di perairan.

“Kegiatan operasi gabungan ini melibatkan lebih dari 200 personil dari berbagai instansi, operasi gabungan ini dapat menyatukan visi dan misi lingkup kerja, tugas dan fungsi, serta kebijakan yang ada pengawasan dan penegakan hukum di Perairan Kepulauan Riau,” katanya.

Hal ini sagat penting kata Ismoyo. Mengingat Kepri merupakan etalase pengawasan perairan di Indonesia dan akan menjadi role model penegakan hukum di bidang Keimigrasian di seluruh Indonesia. Kemudian menjadikannya pola penegakan hukum dan pengawasan di Perairan Kepulauan Riau sebagai sebuah visitasi pembelajaran bagi penerus tugas bidang Keimigrasian, khususnya taruna Poltekim/Keimigrasian.

Ismoyo menambahkan, disasar dalam operasi gabungan kali ini adalah, terpatuhinya peraturan perundang-undangan di Indonesia. Kemudian hal yang paling penting adalah pembinaan dan pendekatannya persuasif. Seperti, adanya hal hal yang belum terpenuhi maka langsung dilakukan pembinaan.

“Kegiatan operasi gabunganberjalan dengan baik. Di lapangan, terpatuhinya semua ketentuan yang berlaku di perairan Indonesia. Tidak ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh kapten kapal, kru, serta lainnya,” imbuhnya. (*)

Reporter: Eggi