Metropolis

Masyarakat Pesisir Pantai di Kota Batam Diminta Waspada

Anak-anak bermain di air rob atau air luapan dari laut di Tanjunguncang, Batuaji, Minggu (5/12/2021). Selama musim angin utara, masyarakat diingatkan lebih waspada, terutama dengan tinggi gelombang laut. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stamet Klas I Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan adanya gelombang tinggi dan banjir rob di wilayah Kepri.

Karena itu, masyarakat yang berada di kawasan pesisir pantai diminta waspada. Banjir rob di wilayah Kepri, terutama Batam, diprediksi terjadi pada Rabu (8/12/2021) sampai Kamis (9/12) hingga pukul 07.00 WIB.

Tinggi gelombang diperkirakan 0,3-1 meter, dengan pasang maksimum diperkirakan hingga 3 meter. Sedangkan untuk arah angin, berhembus dari Barat LautUtara dan kecepatan angin 4-20 knots.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Stamet Hang Nadim, Suratman, mengatakan, banjir rob terjadi karena adanya peningkatan volume air laut yang juga diiringi dengan tingginya gelombang.

”Pasang maksimum dan gelombang tinggi menyebabkan terjadinya banjir rob. Untuk informasi hari berikutnya, akan kami perbarui setiap hari,” ujar Suratman.

Menurut dia, banjir rob sangat berpotensi terjadi di kawasan pesisir, bantaran sungai dan daerah lebih rendah, seperti kawasan Batuampar untuk wilayah Batam. Karena itu, masyarakat diminta waspada dan segera mengungsi jika melihat adanya tanda-tanda peningkatan volume dan gelombang.

”Diminta waspada, jangan sampai ada korban, dan kejadian seperti beberapa tahun lalu. Karena kekuatan gelombang banjir rob lebih kuat dibanding gelombang biasa,” ungkap Suratman.

Dijelaskannya, pada fase-6 (Pasifik Barat), adanya sirkulasi siklonik di wilayah Kalimantan Barat serta angin kencang menyebabkan kondisi cuaca di Kepri secara umum berawan dengan potensi hujan tiba-tiba (passing showers) dalam durasi singkat.

”Untuk potensi hujan pada (Kamis, 9/12) masih ada, cuma sifatnya lokal dan ringan,” terang Suratman.

Sementara kondisi gelombang di laut, saat ini memang lebih tinggi dibanding biasanya. Tinggi gelombang paling tinggi terjadi di daerah Perairan Anambas dan Natuna, dengan tinggi maksimal 4 meter. Sedangkan untuk Lingga dan Bintan 2-2,5 meter.

”Untuk Batam dan Pinang memang ada peningkatan, normalnya itu di bawah 0,8 meter. Namun, saat ini bisa 1-1,5 meter,”sebutnya.

Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di laut diminta lebih waspada. Terutama, moda transportasi laut, agar bisa membaca perubahan cuaca di laut.

”Kami hanya bisa mengimbau agar lebih waspada, sedangkan untuk membatasi aktivitas transportasi laut itu adalah KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan),” jelas Suratman.

Reporter: Yashinta