Metropolis

Program Diskon Pajak Diharapkan Dilanjutkan di Tahun Depan

Warga Batam saat mengurus balik nama kendaraan dan membayar pajak di Kantor Samsat, Batamcenter. Program diskon pajak kendaraan diharapkan dapat dilanjutkan hingga tahun depan. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos.co.id – Perekonomian masyarakat Kota Batam belum sepenuhnya pulih akibat pandemi Covid-19. Sehingga, kebijakan yang meringankan masyarakat sangat dibutuhkan hingga saat ini.

Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Pemprov Kepri berlakukan program Diskon Pajak Kendaraan.

Dalam program itu, diberlakukan pemutihan denda pajak kendaraan, keringanan pokok tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 50 persen serta pembebasan Bea Balik Nama kedua. Program Diskon Pajak Kendaraan ini berakhir pada November lalu.

Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Rubina Situmorang, berharap keringanan penghapusan denda pajak kendaraan itu bisa kembali diterapkan di tahun 2021 ini.

Sebab, sejumlah masyarakat masih banyak yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Karena dengan situasi sekarang, untuk makan saja bisa cukup udah sangat bersyukur. Jadi maksudnya diberikan keringanan kepada masyarakat ini,” ujarnya.

Ia mengharapkan kepada pemerintah untuk tidak memaksakan masyarakat membayar pajak tepat waktu.

Ia yakin, jika masyarakat yang tidak bisa membayar pajak kendaraannya karena kesulitan biaya, kedepannya jika sudah mempunyai biaya pasti akan membayarkan kewajibannya.

“Yang jelas kalau sekarang dia belum bisa bayar, sewaktu-waktu nanti dia bisa bayar pasti dibayarkan. Cuma ya itu, diberikan kemudahan,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini Komisi II DPRD Kota Batam juga tengah berusaha agar perekonomian masyarakat kembali normal.

Namun, diakuinya bahwa usaha tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dengan mengambil suatu keputusan, maka semuanya langsung berubah. Akan tetapi, semuanya tentu butuh proses.

“Itu yang kita harapkan ke pemerintah supaya diberikan keringanan. Karena memang semua terdampak. Tidak hanya masyarakat golongan menengah kebawah, namun menengah ke atas juga berdampak semuanya,” imbuhnya.

Hal senada juga diharapkan salah seorang karyawan swasta di Batam Andini. Ia mengaku belum bisa melakukan pembayaran pajak kendaraan roda duanya karena saat ini masih berusaha untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga ia berharap program diskon pajak kendaraan itu bisa diperpanjang lagi.

“Mudah-mudahan tahun depan besok sudah membaik,” ujarnya saat ditemui di kawasan Tiban Center.

Ia melanjutkan, saat ini upah yang diterimanya hanya sebesar upah minimum Kota Batam. Sehingga upah yang diterimanya itu hanya cukup untuk kebutuhan. Mulai dari pembayaran sewa rumah, listrik, air dan biaya sekolah anak.

“Kalau pas-pasan gitu tentu saya lebih mentingkan kebutuhan keluarga,” katanya.

Reporter: Eggi Idriansyah