Metropolis

Tingkatkan Pengawasan Kedatangan PMI, Antisipasi Masuknya Omicron ke Tanah Air

Dansatgassus Penanganan Pemulangan PMI Daerah Perlintasan di Wilayah Kepri/ Danrem 033/WP, Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu (tengah), dan Dandim 0316/Batam, Letkol KAV Sigit Dharma Wiryawan (kiri, depan), meninjau kesiapan tim medis di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Rabu (8/12/2021). Foto: PenRem 033 WP untuk Batam Pos

batampos – Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Penanganan Pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Daerah Perlintasan Wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meningkatkan pengawasan seiring masuknya kembali PMI melalui Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Kota Batam, Provinsi Kepri.

Peningkatan atensi tersebut karena saat ini ada varian baru Covid-19 yakni Omicron yang tengah menyebar ke berbagai negara di dunia, sehingga harus diantisipasi agar tidak dibawa PMI yang kembali ke Tanah Air.

Komandan Satuan Tugas Khusus (Dansatgassus) Penanganan Pemulangan PMI Daerah Perlintasan di Wilayah Provinsi Kepri dan juga sebagai Komandan Resor Militer (Danrem) 033/Wira Pratama (WP), Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Jimmy Ramoz Manalu, meninjau langsung kedatangan pekerja migran melalui transportasi laut tersebut. Ia tidak ingin masyarakat Batam dan Kepri terjangkit virus varian baru itu.

Berdasarkan laporan petugas penanganan PMI di lapangan, tercatat sejak Rabu (8/12/2021), sebanyak 224 orang datang dari Singapura dan Malaysia. Dari jumlah tersebut, 206 orang berasal Malaysia dan 18 Singapura.

Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 033/WP, Mayor Infanteri (Inf) Reza Fahlevi, mengatakan, sesuai Adendum Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 23 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional yang berlaku sejak tanggal 3 Desember 2021, PMI yang datang akan menjalani masa karantina selama 10×24 jam dan melaksanakan swab Antigen dan swab Polymerase Chain Reaction (PCR) pertama di hari kedatangan.

“TNI-Polri dan pemerintah setempat selalu berupaya semaksimal mungkin dalam penanganan pemulangan PMI ke Indonesia,” ujar Mayor Inf Reza saat mendampingi Danrem 033/WP bersama Komandan Distrik Militer (Dandim) 0316/Batam, Letkol Korps Kavaleri (KAV) Sigit Dharma Wiryawan, di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Rabu (8/12/2021).

Adapun, data terakhir, kondisi pasien di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang ialah sebanyak 43 orang yang dirawat.

Dari total tersebut, 21 pasien terdiri dari laki-laki dan 22 perempuan dengan okupansi 9,35 persen.

“Berdasarkan laporan pada hari Rabu (8/12), situasi RSKI Pulau Galang dalam keadaan aman terkendali terkait penanganannya. Saat ini, total pasien yang masih dirawat sebanyak 43 orang, yang terdiri dari 21 pria dan 22 wanita, dengan okupansi 9,35 persen,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, usai mengikuti rapat dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam mengungkap, penanganan pemulangan PMI ke Indonesia melalui Batam menjadi perhatian semua pihak. Hal ini tak lain untuk mengantisipasi masuknya varian baru Covid-19 yakni Omicron ke Tanah Air.

“Semua sudah diuraikan dan akan mendapatkan penanganan serta atensi khusus,” kata Amsakar.

Selain pengetatan pengawasan di pintu masuk internasional, Wakil Wali Kota juga mengingatkan masyarakat Batam terkait pentingnya penerapan protokol kesehatan (protkes) untuk terus menekan angka kasus Covid-19 di wilayah ini.

Adapun, protkes tersebut yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan atau memakai hand sanitizer, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas (5M).

“Protkes jangan sampai kendur, terus ingatkan keluarga dan tetangga tentang pentingnya protkes ini,” tutupnya.

Reporter: Ratna Irtatik