Metropolis

Dijerat 4 Perkara, Lanuhudin Dituntut 19 Tahun Penjara

 

batampos – Lanuhudin, warga Nongsa, dijerat dalam 4 perkara sekaligus di Pengadilan Negeri (PN) Batam. Atas 4 perkara tersebut, pria berusia 40 tahun ini dituntut 19 tahun penjara, yang merupakan akumulasi dari 4 tuntutan.

Perkara yang menjerat Lanuhudin yakni 2 kasus perkosaan, 1 pencabulan anak dan 1 pencurian. Tindak kriminal secara berulang itu dilakukan di wilayah Nongsa.

Ilustrasi. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Perbuataan Lanuhudin terbilang kejam, sebab sembari mencuri, ia juga memperkosa korbannya. Dua ibu yang memiliki bayi di TKP terpisah, diperkosa dengan ancaman pisau di leher. Sedangkan satu remaja berusia 17 tahun, di bawah ancaman juga di-paksa melakukan seks oral. Beberapa korban Lanuhudin, juga mengalami trauma.

Jaksa Penuntut Umum, Dedi Januarto, dalam sidang yang berlangsung virtual menjelaskan perbuataan Lanuhudin tak ada alasaan pemaaf dan pembenar. Apalagi perbuatannya dilakukan secara berulang dengan banyak korban.

”Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan, melakukan tindak pidana secara berkelanjutan. Hal itu dibuktikan selama persidangan berlangsung” ujar Dedi.

Menurut dia, perbuataan terdakwa sebagaimana diatur dan terbukti melanggar pasal 285 KUHPidana Jo Pasal 2 ayat 1 UU RI Darurat Nomor 12 Tahun 1951, Pasal 365 jo Pasal 82 ayat 1 Jo Pasal 76E UU RI Nomor 17 Tahun 2016, Pasal 363ayat 1 ke 3e, 5e KUHPidana.

”Terdakwa dijerat sekaligus dengan 4 perkara berbeda, yakni dua pemerkosaan, pencurian dan pencabulan anak di bawah umur,” terang Dedi.

Sebelum menjatuhkan tuntutan, jaksa Dedi menjelaskan hal yang memberatkan perbuataan terdakwa, yakni meresahkan masyarakat, membuat korban trauma dan merusak masa depan korban. Terdakwa juga melakukan secara berkelanjutan.

Menuntut pidana untuk kasus pencurian 1 tahun, untuk 2 kasus pemerkosaan 10 tahun (masing-masing 5 tahun) dan pencabulan anak 8 tahun.

”Total tuntutan 19 tahun penjara, serta denda Rp 100 juta subsider 6 bulan penjara,” jelas Dedi.

Atas tuntutan itu, Lanuhudin meminta keringanan kepada majelis hakim. Majelis hakim pun menunda sidang hingga minggu depan dengan agenda putusan.

Diketahui, Polsek Nongsa meringkus pelaku pencurian dan pemerkosaan di sejumlah lokasi di Nongsa. Ia adalah Lanuhudin, pria pengangguran yang nekat beraksi pada dini hari di sejumlah rumah warga.

Penangkapan pria yang biasa dipanggil Udin ini berawal adanya laporan pembobolan rumah yang disertai pemerkosaan pada 25 Juni lalu, laporan pembobolan rumah 4 September dan 7 September pembobolan disertai pencabulan.

TKP pertama, terjadi pencurian dan pemerkosaan pada Minggu (27/7) sekitar pukul 02.00 WIB di salah satu rumah Kampung Melayu, Nongsa. Dimana, pelaku masuk ke dalam rumah korban dengan cara mencongkel pintu jendela. Korban yang tertidur terbangun dan melihat seorang pria tak dikenal berada di sampingnya. Pria bertubuh besar itu kemudian mengancam korban dengan sebilah pisau dan memaksa korban membuka baju.

Korban sempat melawan, namun lagi-lagi pelaku mengancam akan menyakiti korban dan anaknya. Usai melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku sempat mengambil uang Rp 120 ribu yang ada di dompet korban dan melemparkannya kepada korban. Dan kemudian kabur lewat pintu belakang.

Kronologis pencurian di TKP kedua yakni di Perumahaan Family Dream, pada 4 September 2021 sekitar pukul 05.00. Pelaku masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel pintu jendela dan kemudian menggasak beberapa ponsel korban. Tak hanya itu, pelaku juga melakukan video call dengan sejumlah kontak korban sembari memanjakan diri sendiri.

Kemudian, di TKP ke-3, terjadi masih di Perumahan Family Dream pada 7 September 2021 sekira pukul 05.10. Pelaku masuk lewat jendela kemudian menggasak 4 ponsel milik korban. Tak hanya itu, pelaku juga masuk ke dalam kamar anak berusia 17 tahun. Di sana, pelaku meminta korban untuk melakukan oral seks sembari mengancam dengan pisau. Usai melakukan aksi bejatnya, pelaku pun kabur lewat pintu belakang. (*)

 

 

Reporter : Yashinta