Ekonomi & Bisnis

Hunian Aman Harus Belajar dari Kebakaran di Tambora

ILUSTRASI; Kebakaran di Tambora, Jakarta Barat. f. JawaPos.com

batampos – Satu keluarga tewas akibat kebakaran yang terjadi di Jalan Tambora I, Tambora, Jakarta Barat pada Rabu (8/12) pagi. Dalam kejadian tersebut, setidaknya terdapat empat rumah yang dilalap si jago merah.

Adapun, lima korban tewas tersebut adalah AS, 40, yang merupakan seorang dokter, WW, 37, selaku ibu rumah tangga, NM, 81, serta dua anak berinisial TMT, 7, dan DC, 5. Penghuni rumah pun diketahui sempat meminta tolong warga setempat, namun karena tingginya tembok dan pagar menjadikan warga sulit melakukan evakuasi.

Mengenai kejadian tersebut, Pengamat Tata Kota Yayat Supriyatna memberikan penjelasan terkait membangun rumah di kawasan padat penduduk, seperti daerah Tambora. Salah satunya adalah untuk tidak membangun pengaman yang berlebihan.

“Kita boleh waspada terkait masalah kerawanan sosial, tapi juga perlu hati-hati, rumah yang tertutup rapat itu perlu juga mengantisipasi kalau kondisi darurat, karena akan menyulitkan kalau terjadi kebakaran dan evakuasinya,” jelas dia ketika dihubungi JP Group, Rabu (8/12).

Keadaan rumah yang terlalu tertutup juga akan menyulitkan proses evakuasi. Untuk itu, perlu disediakan jalur darurat apabila rumah memiliki pengamanan yang ketat.

BACA JUGA: Bangun Ekosistem Perumahan, Siapkan Pembiayaan 250 Ribu Unit Rumah

“Akses jalan sempit membuat pemadam kebakaran susah datang. Jadi, itu penting buat kita untuk sama-sama masalah kebakaran harus diingatkan supaya tidak terlena,” tutur Yayat.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah perawatan instalasi listrik. Beban listrik di luar dari kapasitas yang seharusnya dapat menyebabkan konsleting listrik, sebagaimana yang terjadi dalam kasus di Tambora.

“Otomatis yang perlu diperhatikan itu perawatan instalasinya, kalau ada tambahan beban itu tolong diperhatikan NCB-nya, jadi sistem perangkat kalau terjadi konsleting listrik kalau sistemnya bagus, itu otomatis ngunci, langsung padam listriknya,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP Group