Pro Kepri

PBG harus Diurus Lewat Aplikasi Daring

batampos- Sejak Agustus lalu pemerintah sudah mengganti izin mendirikan bangunan (IMB) menjadi persetujuan bangunan gedung (PBG). Dan untuk Kabupaten Karimun PBG yang dikeluarkan baru dua.

BACA JUGA: Ajak Warga Vaksin, Kadinkes Bintan Sebut Vaksin Dapat Turunkan Risiko Penyebaran Covid-19

”Memang, saat ini IMB sudah tidak ada lagi dan diganti dengan PBG. Untuk memperoleh PBG harus melalui aplikasi daring yang disediakan oleh Kementerian PUPR. Yakni, sistem informasi manajemen bangunan gedung (SIMBG). Dan, sejak diberlakukan sampai dengan saat ini, kita memang baru mengeluarkan atau menerbitkan dua PBG,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karimun, Sularno, Kamis (9/12).

Dikatakannya, ada beberapa perbedaan antara IMB dengan PBG. Dan intinya PBG lebih meringankan dibandingkan dengan IMB. Salah satu contohnya, ketika ada permohonan masuk untuk mendirikan bangunan gedung, maka untuk retribusinya dihitung berdasarkan jumlah lantai bangunan.

”Tapi, di PBG perhitungan retribusinya hanya berdasarkan luas bangunan gedung yang akan dibangun. Hanya saja, memang untuk bisa mendapatkan PBG persyaratannya harus benar-benar dilengkapi. Karena, salah satu dokumen persyaratan tidak ada, maka sudah tentu tidak bisa dikeluarkan surat PBG-nya,” jelas Sularno.

Untuk saat ini, lanjutnya, ada 7 permohonan PBG yabg masih dalam proses. Artinya, permohonan yang dimasukkan melalui SIMBG yang sudah bekerja sama OSS Kabupaten Karimun sedang dilakukan pemeriksaan kekengkapan dan peninjauan ke lapangan. Meski demikian, jika PBG belum terbit, pemohon bisa tetap melaksanakan proses mendirikan bangunan gedung. Hal ini tidak menjadi masalah, karena sebagai bentuk kemudahan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. (*)

Reporter: Sandi