Nasional

Hendrasmo Ditunjuk Jadi Dirut RRI

batampos – Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (Dewas LPP RRI) akhirnya memutuskan Hendrasmo menjadi Direktur Utama (Dirut) RRI, Jumat (10/12). Hal ini setelah melalui berbagai seleksi dan uji kelayakan serta kepatutan.

Hendrasmo Direktur Utama (Dirut) RRI. (Istimewa)

Ketua Dewas LPP RRI Anwar Mujahid mengatakan saat ini RRI dihadapkan dengan tantangan disrupsi dan semakin melorotnya jumlah pendengar radio. Karena itu, Anwar mengharapkan ke depan, tim direksi bisa membawa RRI melewati masa  disrupsi, dan membawa marwah Tri Prasetya.

“Serta mampu berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus menghibur publik dengan beragam program yang disesuaikan dengan perkembangan zaman,” ujar Anwar lewat keterangan tertulisnya, Sabtu (11/12).

Berdasarkan peraturan, lanjut Anwar, LPP RRI adalah lembaga penyiaran publik yang bersifat independen, netral dan tidak komersial. RRI ada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.

“Dengan komposisi Direksi RRI yang dikomandoi langsung oleh Dirut (Direktur Utama) terpilih, Hendrasmo, Dewas menilai inilah pilihan terbaik dari proses seleksi mulai dari seleksi administrasi, psikotes dan terakhir fit and proper test,” ungkap Anwar.

Anwar berharap Hendrasmo bersama jajaran dewan direksi mampu melakukan perubahan-perubahan mendasar sehingga RRI bisa menjadi media komunikasi publik yang kehadirannya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

“Harapan berikutnya, Direksi bisa sinergis bergandengan tangan bersama Dewas demi kemajuan RRI ke depan. Dan saya optimistis, kita (Dewas dan Direksi) bisa menomorsatukan kepentingan RRI dengan tujuan memberitakan keindonesiaan ke seluruh penjuru dunia,” pungkas Anwar.

Diketahui, Hendrasmo menamatkan gelar sarjana dari Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dan mendapatkan beasiswa British Chevening Award untuk studi master di bidang Komunikasi Politik di Universitas Sheffield Inggris. Lalu menamatkan studi doktoralnya dalam ilmu Politik di Universitas Padjajaran Bandung.

Sebelumnya Hendrasmo juga pernah mendapatkan beasiswa pemerintah Belanda untuk belajar Broadcast Journalism di Radio Hilversum. (*)

Reporter: JP Group