Nasional

Batam Bebas Covid-19

Wali Kota Batam Muhammad Rudi. (Iman Wachyudi/Batam Pos)

batampos – Batam akhirnya berhasil keluar dari pandemi Covid-19. Terbukti, seluruh wilayah Batam kini kembali ke zona hijau seperti sebelum terjadi pandemi.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam merilis tidak ada lagi pasien Covid-19 di Batam hingga 12 Desember. Sehari sebelumnya, dua pasien terakhir dinyatakan sembuh, sehingga menjadikan Batam nol kasus Covid-19.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengapresiasi semua pihak yang terus berjuang melawan Covid-19. Ia menegaskan, keberhasilan menangani pandemi tersebut merupakan kerja bersama semua pihak, baik dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) hingga semua masyarakat keseluruhan.

“Hari ini, Batam kembali ke zona hijau. Tidak ada pasien Covid-19 lagi,” kata Rudi, Minggu (13/12).

Meski begitu, Rudi tetap meminta masyarakat waspada dan menerapkan protokol kesehatan 5M, yakni; memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Tetap terapkan protokol kesehatan untuk mencegah terjangkit Covid-19,” ujarnya.

Rudi menyatakan belum ada perubahan terkait pengetatan dan perhelatan di akhir tahun. Pengetatan tetap dilakukan, penutupan tempat wisata, dan area fasilitas umum masih sesuai dengan pola level 3.

“Event pesta kembang api sudah pasti tidak digelar untuk tingkat Kota Batam. Kalau yang lain masih menunggu dulu, kami akan rapatkan dulu dengan semua pihak,” ujarnya.

Rapat akan membahas hal apa saja yang boleh diselenggarakan selama libur tahun baru nanti. Fokus pemerintah tetap pengendalian Covid-19, segala bentuk kegiatan atau pun aktivitas yang memicu keramaian sudah pasti dilarang.

“Kalau teknisnya, kami tetap menjaga bagaimana kondisi saat ini bisa terus berlangsung. Jangan sampai ada kasus lagi. Batam bisa mencapai zona hijau ini karena peran semua pihak, jadi mari dijaga,” imbaunya.

Untuk diketahui, hingga 12 Desember 2021, total kasus Covid-19 di Batam sebanyak 25.843. Dari jumlah tersebut, 25.001 sembuh dan 842 meninggal dunia.

“Kondisi ini harus dipertahankan hingga Covid-19 benar-benar hilang,” katanya.

Ia juga berpesan kepada semua pihak agar memperketat pengawasan, terutama di pintu masuk Batam seperti bandara maupun pelabuhan. Hal itu sebagai antisipasi importasi kasus dari daerah lain.

“Beberapa waktu lalu ditemukan kasus dari luar daerah, dan jangan sampai terjadi lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, tidak adanya kasus aktif ini merupakan perdana di Batam sejak pandemi pertama kali merebak tahun 2020 lalu. Hal ini tentu saja kabar gembira bagi seluruh masyarakat Batam, sekaligus hadiah terindah di akhir tahun.

“Alhamdulilah, sepanjang dua hari terakhir ini Batam sudah tak ada kasus Covid-19,” ujarnya, Minggu (12/12).

Disebut Didi, pasien terakhir yang dirawat di rumah sakit rujukan merupakan warga Sekanak Raya dan Batu Selicin. Kedua pasien tersebut dinyatakan sembuh setelah beberapa hari menjalani isolasi dan perawatan di RSBP Batam.

“Untuk tingkat kesembuhan kita cukup tinggi yakni berada di angka 96,7 persen,” tambahnya.

Meskipun sudah nol kasus Covid-19, Didi juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Batam untuk tetap menjalankan protokol kesehatan 5 M. Yakni, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Tetap harus waspada, bersama-sama kita mempertahankan agar tak ada lagi Covid-19 di Kota Batam,” imbau Didi.

Program vaksinasi Covid-19 juga harus terus berjalan. Sebanyak 99,62 persen warga sasaran telah mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama. Lansia, sebanyak 82,69 persen warga sasaran telah divaksinasi dosis pertama. (*)

Reporter : YULITAVIA
RENGGA YULIANDRA