Nasional

Herry Janjikan Korban Jadi Polwan dan Kuliah

Pelaku perkosaan yang juga pimpinan pesantren di Bandung. (Instagram ndorobei.official)

batampos –  Pelaku pemerkosaan 21 santriwati, Herry Wirawan diduga menebar janji-jani manis kepada para korban yang disetubuhinya hingga hamil. Janji itu berupa menjadikan korban sebagai Anggota Polisi Wanita (Polwan).

Hal itu diketahui dari isi surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada Herry.

“Bahwa terdakwa membujuk dan merayu korban berhubungan badan dengan menjanjikan akan menjadikan anak korban sebagai Polisi Wanita,” tulis Jaksa dalam dakwaannya.

Selain dijanjikan sebagai Polwan, para anak yang dilahirkan korban juga dijanjikan akan mendapat kehidupan yang baik. Termasuk mendapat pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Anak korban menyampaikan bahwa dirinya hamil kepada terdakwa yang mengatakan ‘biarkan dia lahir ke dunia, bapak bakal biayai sampai kuliah, sampai dia sudah mengerti, kita berjuang bersama-sama’,” tulis JPu dalam dakwaan.

Sebelumnya, oknum guru pesantren yang diduga pelaku tindak asusila terhadap santriwati pada salah satu pesantren di Bandung sudah diamankan Polda Jawa Barat. Diketahui, Herry Wirawan telah memperkosa 21 santri yang mengakibatkan 7 korban hamil dan melahirkan 9 bayi.

Plt Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama (Kemenag) Thobib Al Asyhar pun mendukung langkah hukum yang diambil kepolisian.

“Sejak kejadian, lembaga pendidikan tersebut ditutup. Oknum pimpinan yang diduga pelaku tindak pemerkosaan juga telah ditahan di Polda Jabar untuk menjalani proses hukum,” jelas Thobib, Kamis (9/12).

Ia menjelaskan, sejak peristiwa tersebut mencuat, Kemenag telah duduk bersama Polda Jabar dan Dinas Perlindungan Anak dan Ibu (KPAI) Jawa Barat. Mereka bersepakat untuk mengambil sejumlah langkah. (*)

Reporter: JP Group