Metropolis

Masih Ada 1.499 PMI di Rusunawa

Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengecek suhu tubuh setiba di Pelabuhan Internasional Batam Center. Pemerintah Kota Batam tetap menerapkan berbagai kebijakan untuk mencegah tingginya mobilisasi warga, termasuk melarang aparatur sipil negara (ASN) cuti dan ke luar kota. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) di lokasi karantina rusunawa Badan Pengusahaan (BP) dan Pemko Batam masih diatas 1.000 an orang. Ini karena angka kepulangan PMI dari luar negeri ke Tanah Air masih tinggi jelang hari raya Natal dan Tahun Baru.

“Sebagian sudah dipulangkan karena hasil test swab negatif. Cuman yang baru tiba (dari luar negeri) sangat banyak jadi jumlahnya tetap banyak di lokasi karantina,” kata dr Anggitha, petugas medis yang menangani kesehatan para PMI di Rusunawa, Minggu (12/12).

Hingga kemarin, Minggu (12/12), masih ada 1.499 orang PMI. Lima orang positif Covid-19 dan sudah dipindahkan ke Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang.

Meskipun jumlah PMI yang terkonformasi positif cukup rendah, namun kepulangan PMI yang cukup banyak ini tetap jadi fokus perhatian Satgas Penanganan Covid-19 di kota Batam.

Selain meningkatkan masa karantina hingga 10×24 jam, pemeriksaan kesehatan PMI juga diperketat. PMI menjalani dua kali test swab dan jika ada hasil yang positif maka pemeriksaan sampel yang positif tadi diulangi lagi untuk memastikan varian apa Covid-19 yang dibawa yang bersangkutan. (*)

Reporter : EUSEBIUS SARA