Metropolis

Mobilitas Tinggi, Cegah Penularan Covid-19 saat Natal dan Tahun Baru

Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengecek suhu tubuh setiba di Pelabuhan Internasional Batam Center. Pemerintah Kota Batam tetap menerapkan berbagai kebijakan untuk mencegah tingginya mobilisasi warga, termasuk melarang aparatur sipil negara (ASN) cuti dan ke luar kota. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Keberhasilan Batam menekan jumlah kasus Covid-19 harus dibarengi dengan upaya agar tak terjadi penularan kasus baru.

Terlebih, jelang momen krusial di akhir tahun seperti Natal dan Tahun Baru 2022 dengan tingkat mobilitas masyarakat yang cukup tinggi sehingga rentan penularan kasus.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam merilis, hingga Senin (13/12/2021), kota ini masih dinyatakan nol kasus Covid-19. Kondisi bebas Covid-19 ini sudah terjadi sejak Sabtu (11/12/2021) lalu, setelah dua pasien terakhir dinyatakan sembuh.

Seperti diketahui, sejak pandemi melanda pada Maret 2020 lalu, total ada 25.843 pasien positif Covid-19 di kota yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia ini. Baru pada akhir pekan lalu, Batam benar-benar bebas dari Covid-19.

“Alhamdulillah, Batam masih mempertahankan nol kasus Covid-19 atau masih zona hijau,” ujar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Senin (13/12/2021).

Wali Kota merinci, dari total 25.843 pasien positif Covid-19 tersebut, sebanyak 25.001 pasien dinyatakan sembuh.

Sehingga, persentase jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 mencapai 96,742 persen. Sedangkan tingkat kematian akibat Covid-19 yakni 3,258 persen atau sebanyak 842 pasien.

Karena itu, Rudi kembali mengajak semua masyarakat Batam agar tetap menerapkan protokol kesehatan.

Yakni, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas (Protkes 5M).

“Jangan abai dengan protkes ini, karena ini upaya paling mudah untuk mencegah penularan Covid-19,” ujar mantan anggota DPRD Batam tersebut.

Jelang momen Natal dan Tahun Baru nanti, Wali Kota juga meminta semua masyarakat tetap waspada dengan penyebaran kasus.

Terutama, importasi kasus dari daerah lain. Mengingat, saat momen hari besar ini biasanya dibarengi dengan tradisi mudik atau mengunjungi kerabat ke kampung halaman.

“Jangan sampai juga ada penularan kasus karena kunjungan keluarga seperti beberapa waktu lalu, terus waspada,” Rudi mengingatkan.

Hal senada disampaikan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Ia mengingatkan agar pengawasan pintu masuk ke Batam baik di bandara maupun pelabuhan diperketat untuk mencegah importasi kasus Covid-19.

“Bukan hanya pengawasan mobilitas masyarakat antar daerah di Indonesia, pengawasan di pintu masuk untuk kedatangan PMI (Pekerja Migran Indonesia) juga mesti diperketat,” pesannya.

Saat ini, Batam memang menjadi kawasan transit PMI yang kembali ke Tanah Air. PMI yang dinyatakan negatif Covid-19 saat kedatangan, mereka akan menjalani karantina di Batam selama 10 hari.

Setelah itu, mereka akan dites lagi, jika tetap negatif Covid-19, baru mereka diperbolehkan kembali ke daerah asalnya masing-masing.

Namun, sejak varian baru Covid-19 yakni Omicron menyebar dan sampai ke negeri jiran, Singapura dan Malaysia, maka pengawasan kedatangan PMI ini mesti diperketat. (*)

Reporter: Ratna Irtatik