Internasional

Omicron Merebak, Inggris Siapkan Vaksin Booster

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson saat membahas penanganan kasus Covid-19 varian Omicron di London, beberapa waktu lalu. ( F Adrian Dennis/Pool via Reuters)

batampos – Covid-19 varian Omicron merebak di Inggris. Pemerintahan Negeri Ratu Elisabeth II itu pun mempersiapkan vaksin booster dua kali, dengan tujuan menahan laju penularan varian baru itu.

BACA JUGA:
Inggris Hapus Indonesia dari Daftar Merah Perjalanan

“Kami harus mempercepat program booster. Ilmuwan belum menyimpulkan Omicron itu ringan atau tidak dibanding varian lainnya. Cegah sebelum terlambat, gelombang pasang varian Omicron pasti datang. Itu nyata,” ujar Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson seperti dilansir dari Reuters, Minggu (12/12/2021) waktu setempat.

Saat ini, para ilmuwan menaikkan level waspada Covid-19 ke-4 dengan skala lima poin di Eropa. “Saya khawatir, dua dosis vaksin tidak cukup memberikan perlindungan yang dibutuhkan,” jelas Johnson.

Boris Johnson menambahkan bahwa Omicron yang jauh lebih menular dibandingkan varian lain, akan membuat layanan kesehatan nasional terganggu bila terjadi lonjakan rawat inap. Akibatnya, ia pun mempercepat kebijakan, vaksin booster akan diberikan kepada warga mulai usia 18 tahun ke atas.

“Kesempatan untuk mendapatkannya, kami usahakan sebelum tahun baru,” ungkapnya.

Departemen Kesehatan Inggris merilis data, bahwa kemanjuran vaksin dua dosis terhadap infeksi gejala secara substansial berkurang terhadap Omicron. Suntikan vaksin dosis ketiga mampu meningkatkan perlindungan terhadap Omicron hingga lebih dari 70 persen.

Dalam menjalankan kebijakan suntikan booster ini terhadap warganya, pemerintah akan melibatkan militer.

Sebelumnya, Johnson telah merancang rencana dalam menghadapi varian Omicron, yakni memerintahkan warganya bekerja dari rumah, wajib masker di tempat umum, dan memberlakukan izin masuk dengan vaksin untuk menekan laju infeksi. Rencana itu batal diketuk palu karena mayoritas anggota parlemen menolak, termasuk dari partai konservatif Johnson sendiri.

Seperti diketahui, angka kematian akibat Covid-19 di Inggris mencapai 146.439 kasus. Inggris memiliki angka kematian tertinggi di Eropa akibat Covid-19. Belum lagi dengan masuknya Omicron, jumlah infeksi meningkat di atas 50 ribu kasus dalam 28 hari. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak