Nasional

Puncak Semeru Alami Perubahan Morfologi

BEBERAPA petugas penyelamat melakukan operasi pencarian di desa Curah Kobokan di Lumajang pada 10 Desember 2021, setelah Gunung Semeru meletus pada 4 Desember menewaskan sedikitnya 39 orang. (JUNI KRISWANTO/AFP)

batampos – Erupsi yang terjadi di Gunung Semeru, Jawa Timur, pekan lalu memberikan dampak pada bentuk kawah dan puncaknya. Plt Kepala Pusat Riset Aplikasi Pengindraan Jauh Lapan-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Rokhis Khomarudin mengatakan, Gunung Semeru mengalami perubahan bentuk di wilayah kawah dan lereng. Khususnya di wilayah bagian tenggara.

Menurut citra satelit USGS, bukaan baru aliran lava tersebut tercatat cukup besar. Ukurannya sepanjang 710 meter dengan lebar 110 meter. Adanya bukaan baru aliran lava dari aktivitas vulkanis Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (4/12) itu juga telah menyebabkan kerusakan lahan seluas 2.417,2 hektare.

“Terjadi perubahan di puncak Gunung Semeru, new lava flow,” jelas Rokhis kemarin (11/12).

Selain itu, berdasar citra satelit, jejak kerusakan erupsi Gunung Semeru melanda area seluas 2.417,19 hektare. Kerusakan luasan tersebut didapat dari analisis perbandingan sebelum letusan dengan data SPOT 7 tanggal 7 Desember 2021 (setelah bencana) serta data mozaik landsat 8 tahun 2021.

Kerusakan meliputi 909,8 hektare hutan, 764,5 hektare lahan terbuka, 243,1 hektare hutan sekunder, dan 161,5 hektare lahan pertanian. Kemudian, kerusakan juga menimpa 161,2 hektare ladang/tegalan, 77,9 hektare perkebunan, 67,8 hektare permukiman, 20,9 hektare semak/belukar, dan 10,4 hektare tubuh air.

Sementara itu, kewaspadaan harus tetap dipegang warga sekitar Semeru. Pasalnya, hujan sedang hingga lebat berpotensi mengguyur kawasan puncak dan lereng gunung tertinggi di Jawa tersebut.

Imbauan tersebut dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Kami melihat masih ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, terutama di siang hari,” jelas Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab kemarin.

Untuk kawasan puncak Semeru, BMKG memprediksi potensi hujan terjadi pada rentang waktu pukul 12.00 WIB hingga 15.00 WIB. “Untuk di kawasan lereng juga sama, siang menjelang sore itu masih ada potensi,” imbuhnya.

Menurut catatan BMKG, prakiraan cuaca hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Semeru yang meliputi Kecamatan Poncokusumo, Wajak, Tirtoyudo, dan Ampel Gading di Kabupaten Malang. Kemudian, Kecamatan Senduro, Pasrujambe, Candipuro, Tempursari, dan Pronojiwo di Kabupaten Lumajang. (*)

Reporter: JP GROUP