Metropolis

7 Ribu PMI akan Masuk Batam, Siapkan Asrama Haji Untuk Karantina

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, saat meninjau pasien Covid-19 yang dirawat di pusat karantina terpadu Asrama Haji Batam, pertengahan tahun lalu. Foto: Humas Pemko untuk Batam Pos

batampos – Ketua Satgas Penanganan dan Pengendalian Covid-19 Batam, Muhammad Rudi menyiapkan Asrama Haji sebagai tempat karantina bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Asrama Haji disiapkan jika rumah susun yang saat ini sudah terisi PMI, mulai penuh. Saat ini kurang lebih 7 ribu PMI yang bersiap masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Internasional Batam Center.

“Sudah digunakan, walaupun untuk sementara hanya tempat transit. Informasinya sudah digeser kembali ke rusun,” kata dia, Rabu (15/12).

Rudi mengatakan kebutuhan tempat karantina dibutuhkan dalam jumlah banyak. Saat ini sudah ada dua tower yang digunakan untuk karantina PMI. Batam hanya bisa membantu untuk menyediakan tempat karantina, karena sudah ditunjuk sebagai salah satu pintu masuk bagi PMI.

“Sekarang yang paling penting saudara-saudara kita ini bisa menjalani karantina dengan aman. Mereka juga pulang dengan ekonomi yang biasa saja. Jadi saya harapkan penyediaan tempat karantina ini bisa membantu mereka,” ujarnya.

Rudi mengatakan setiap hari jumlah PMI yang masuk mencapai 200 orang. Sesuai dengan aturan terbaru, karantina akan dilaksanakan selama 10 hari. Setelah menyelesaikan karantina baru dipulangkan ke daerah asal.

“Harus 10 hari dulu. Karena lamanya waktu karantina, membuat tempat karantina penuh, jadi harus disediakan cadangan tempat karantina baru,” ujarnya.

Pemulangan PMI masih terus berlangsung dan tidak ada masalah. Semua protokol kesehatan dijalankan dengan baik. Pencegahan dini ini penting, apalagi saat ini ada temuan virus baru yang mengancam.

“Intinya semua yang menyangkut keselamatan dan keamanan dalam pengendalian Covid-19 adalah prioritas kami bersama Forkopimda,” lanjutnya. (*)

Reporter : YULITAVIA