Sport

Aubameyang Dicopot Sebagai Kapten The Gunners

Emirates Stadium dini hari nanti (16/12) menjadi unjuk peran kapten Arsenal Alexandre Lacazette. (LINDSEY PARNABY/AFP )

batampos – Tongkat komando West Ham United di Premier League musim ini bukan lagi milik gelandang Mark Noble.

Meski Noble masih ditulis sebagai kapten The Hammers, gelandang bertahan Declan Rice-lah yang memainkan peran sebagai leader selama 16 matchweek.

Hal senada kini dilakukan Arsenal. Kemarin (14/12) striker Pierre-Emerick Aubameyang resmi dicopot sebagai kapten The Gunners.

Auba yang menjadi kapten Arsenal sejak 2 November 2019 dilengserkan karena tindakan indisipliner.

Menurut sumber BBC Sport, pekan lalu Auba telat balik ke London sesuai waktu yang diminta Arsenal. Striker 32 tahun itu pergi ke luar Inggris untuk urusan pribadi.

Selain telat, Auba harus menjalani karantina. Alhasil, Arsenal dirugikan tidak bisa memainkan kapten timnas Gabon tersebut.

”Pierre-Emerick Aubameyang bukan lagi kapten kami. Kami mengharapkan semua pemain, terutama kapten, taat pada aturan dan standar yang telah ditetapkan dan disepakati,” tulis Arsenal dalam pernyataan resminya.

Sebagai pengganti Auba, striker Alexandre Lacazette yang selama ini merupakan wakil kapten otomatis naik pangkat.

Laga melawan West Ham di Emirates Stadium dini hari nanti diproyeksikan sebagai debut Laca secara resmi sebagai kapten The Gunners (siaran langsung Mola TV pukul 03.00 WIB).

Momen yang menarik karena The Hammers juga punya Rice sebagai wakil kapten ”rasa kapten”.

”Dia (Laca) sudah menerima apa yang saya perintahkan dan perannya akan banyak berguna bagi tim,” kata pelatih Arsenal Mikel Arteta di laman resmi klub.

Di balik pergantian kapten Arsenal, beredar kabar bahwa Auba izin pergi ke luar Inggris untuk menjenguk ibunya yang sakit. Keputusan tegas Arsenal yang langsung mencopot ban kapten Auba pun menuai pro-kontra.

Host ternama Inggris sekaligus Gooners –sebutan fans Arsenal– Piers Morgan termasuk yang kontra. Dalam cuitannya, dia menganggap keputusan tersebut tidak manusiawi.

”Sungguh cara menjijikkan untuk memperlakukan seseorang yang pergi atas sepengetahuan dan izin penuh dari klub untuk membantu ibunya yang sakit,” kritik Morgan.

Terlepas status kapten, performa Auba belakangan memang merosot. Peraih Golden Boot Premier League 2019–2020 itu tidak pernah lagi mencatatkan namanya di papan skor selama 1,5 bulan atau sejak melawan Leicester City (30/10).

Pada pekan yang sama, Rice mampu mencetak satu gol dan satu assist ke gawang Aston Villa (1/11). Sesuatu yang belum mampu dilakukan Auba sepanjang musim ini bersama Arsenal.

Meski punya statistik ofensif bagus, Rice sadar dengan posisinya (gelandang bertahan) sehingga dirinya lebih mendukung striker Michail Antonio sebagai mesin gol tim.

”Mari bantu Antonio menciptakan gol. Dia (Antonio) membutuhkan kita,” kata Rice seakan menunjukkan besarnya jiwa kepemimpinannya kepada Evening Standard. (*)

Reporter: JPGroup