Ekonomi & Bisnis

Digital Savvy, Milenial Punya Peran Besar

ILUSTRASI. Milenial makin banyak yang berkecimpung di bisnis fintech. f. JPGROUP

batampos – Kelompok milenial diyakini punya peranan penting dalam upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN). Potensi ini terlihat dari jumlah populasi kelompok tersebut di Indonesia sekaligus kemampuan milenial dalam pemanfaatan teknologi.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo), Usman Kansong, menilai generasi milenial menjadi kunci performa bangsa Indonesia pada masa depan dalam menghadapi persaingan global. Kelompok ini pun berperan mendorong pertumbuhan produktivitas yang berdampak pada penguatan perekonomian Indonesia.

Dalam kesempatan sama, Presiden Komisaris BRIlife, Muhammad Syafri Rozi, menyampaikan generasi tersebut memiliki sifat kreatif dan inovatif yang didukung oleh kemampuan melek digital atau digital savvy. Poin inilah yang membuat milenial dapat menjadi penggerak dalam pemulihan ekonomi nasional.

“Jadi, harapan kita milenial menopang UMKM go digital dalam migrasi operasional ke hybrid offline to online, menopang isu konektivitas, infrastruktur, privasi data, dan keamanan siber. Milenial juga dapat menciptakan lapangan kerja berbasis ekonomi kreatif yang memiliki daya saing baik secara nasional dan global,” jelas Syafri Rozi dalam webinar bertajuk ‘Sosialisasi Peran Milenial dalam Mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)’, akhir pekan lalu.

Sementara itu, Chief of ProductDANA Indonesia, Rangga Wiseno, mengatakan bahwa kemampuan milenial dalam memanfaatkan teknologi dapat menjadi jembatan dari tiap generasi.

“Mereka juga mempunyai rasa keingintahuan tinggi dan mempunyai pencapaian ketika bereksperimen, juga akhirnya mengajarkan orang lain untuk beradaptasi ke digital,” tuturnya.

BACA JUGA: Aplikasi Baru BTN Makin Manjakan Nasabahnya

Badan Pengurus Pusat PERHUMAS Bidang Riset dan Kompetensi Fardila Astari menambahkan, milenial memiliki kemampuan beradaptasi yang efektif sehingga dapat bekerja secara cepat dan pintar. Mereka juga menyukai hal-hal yang simpel dan transaksi finansial nontunai.

“Milenial juga cenderung tidak mementingkan kepemilikan, yang terpenting adalah mengakses segalanya. Mereka juga senang travel,” paparnya.

Terakhir, Business Development for Millenials Allianz Life Indonesia, Ratna Juwita Hasibuan, mengungkapkan, di perusahaannya populasi milenial sudah mencapai 64 persen. Menurutnya, ini menjadi peluang sebagai motor pemulihan ekonomi. (*)

Reporter: JP Group