Pro Kepri

Dua Bulan, 7 Warga Seri Kuala Lobam Terjangkit DBD, 1 Balita Meninggal

batampos– Sebanyak 7 orang warga Kecamatan Seri Kuala Lobam terjangkit demam berdarah dengue (DBD), dalam dua bulan belakangan. Salah satunya balita meninggal karena DBD. Kepala Puskesmas Teluk Sasah, dr Kurniawan mengatakan, kasus DBD meningkat dalam dua bulan terakhir.

BACA JUGA: Waspada DBD, 2021 Tercatat 113 Kasus, 2 Meninggal Dunia

Di bulan November terdapat 1 kasus DBD, sedangkan Desember sudah ada 6 kasus DBD dengan rincian 3 kasus di Perumahan Taman Surya Indah, Desa Teluk Sasah, 1 kasus di Kelurahan Teluk Lobam dan 2 kasus di Perumahan Lobam Mas Asri, Desa Teluk Sasah. “Total dalam dua bulan sudah ada 7 kasus DBD,” kata Kurniawan.

Menurut Kurniawan, meningkatnya kasus DBD di Kecamatan Seri Kuala Lobam karena perubahan cuaca ke musim penghujan.

Puskesmas Teluk Sasah, menurut Kurniawan, sudah berupaya bersama perangkat desa dan ketua RT RW turun ke lapangan untuk memberikan pencerahan ke masyarakat untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan di sekitar rumah masing-masing.

Selain itu, petugas juga gencar melakukan sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk aedes aegypti di setiap rumah dengan mengaktifkan juru pemantau jentik (jumantik) di setiap rumah.

“Kita minta khususnya ibu-ibunya memonitoring ada tidaknya jentik nyamuk di tempat yang rawan seperti penampungan air selama 15 menit setiap hari,” kata Kurniawan.

Bila menemukan jentik dalam tempat penampungan air, Kurniawan menyarankan agar mengurasnya sehingga nyamuk pembawa penyakit DBD tidak berkembang.

Masih menurutnya, pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras tempat penampungan air yang terdapat jentik nyamuk pembawa DBD lebih efektif dibandingkan fogging.

“Kalau serentak hal ini dilakukan dengan menguras tempat penampungan air yang ada jentiknya, maka nyamuknya tidak akan ada,” kata Kurniawan.

Selain menguras tempat pemampungan air secara teratur, dia juga mengimbau  masyarakat untuk menutup rapat tempat penampungan air dan mengubur barang-barang yang tidak digunakan sehingga tidak menjadi tempat penampungan air yang dapat menjadi tempat berkembangnya nyamuk pembawa DBD. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO