Nasional

11 Tewas, 14 Selamat, 25 Masih Hilang

Tentara Diraja Malaysia melakukan evakuasi atas kapal boat yang membawa PMI yang terkena cuaca buruk dan tenggelam di perairan Tanjung Balau, Johor, Rabu (15/12). (Tentara Diraja Malaysia/AFP)

batampos – Kapal yang membawa 50 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal dari Kepri menuju Malaysia terbalik di Perairan Tanjung Balau, Johor, Malaysia, Rabu (15/12).

Sementara, Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI merilis kapal itu membawa 60 penumpang, sebanyak 22 orang berhasil diselamatkan yang terdiri dari 20 laki-laki dan dua perempuan. Sedangkan dari 11 orang yang terdiri, tujuh di antaranya laki-laki dan empat perempuan. Sisanya 27 orang lainnya masih dalam pencarian.

Namun, Otoritas Maritim Malaysia menyebut, kapal tersebut bermuatan 50 orang PMI ilegal atau yang mereka sebut Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI). Dari 50 orang itu, 11 ditemukan meninggal, 14 orang selamat, dan 25 masih dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian.

“Bot terbabit yang dipercayai daripada Indonesia menuju ke Malaysia telah terbalik akibat dipukul ombak kuat berikutan cuaca buruk pada awal pagi tadi. Sehingga kini, seramai 14 orang telah dijumpai selamat dan 11 ditemui mati. Selebihnya 25 masih belum ditemui,” ujar Wakil Direktur Operasi Maritim Negeri Johor Kapten Maritim Simon Templer Lo Ak Tusa di Johor Bahru, Rabu (15/12).

Sedang Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Tanjungpinang, Miswadi, membenarkan peristiwa tersebut. “Berdasarkan informasi yang kami dapat, kejadiannya hampir mendekati pantai Johor, Malaysia,” kata dia.

Miswadi mengatakan, dari surat yang didapat Basarnas dari Malaysia, kapal yang membawa para PMI ilegal ini sampai di Tanjung Balau, Johor, pukul 04.30 (15/12). Namun, akibat cuaca buruk yang sudah berlangsung sejak Selasa (14/12), kapal tersebut terbalik akibat hantaman ombak.

“Kapal ini dari sini (Kepri) menuju ke Malaysia. Kami tidak bisa berbuat banyak, sebab kejadian di wilayah Malaysia,” ujar Miswadi.

Berdasarkan laporan aparat Malaysia, semua yang berada di kapal tersebut adalah Warga Negara Indonesia. Di laporan tersebut juga dirinci bahwa kapal itu berwana abu-abu sepanjang 25 meter dan memiliki 4 mesin.

Pencarian terhadap 25 PMI ini melibatkan berbagai unsur dan kapal. Ada tiga kapal diturunkan melakukan pencarian, yakni KM Tegas, Petir 50, dan AW 139.

Kondisi cuaca saat pencarian dilaporkan bahwa gelombang setinggi 0,5 hingga 1,5 meter dengan kecepatan angin 20 hingga 30 knot kilometer per jam. “Kami hanya memantau saja (dari laporan pihak Malaysia). Jadi, tidak ada kapal yang berangkat ke perbatasan, sebab dekat sekali dengan daratan Malaysia,” ucapnya.

Terkait kecelakaan kapal ini, Direktur Polisi Perairan Polda Kepri, Kombes Marudut Liberty, mengatakan, belum ada koordinasi antarkepolisian di Kepri dengan Malaysia. “Koordinasinya G to G (Goverment to Goverment),” ungkapnya. (*)

Reporter : FISKA JUANDA