Pro Kepri

Dicurigai Masih Ada Aktivitas Pengiriman TKI Ilegal, Polisi Turun ke Pelabuhan Gentong dan Sei Kecil

Suasana di Pelabuhan Gentong, Tanjunguban, Bintan, Kamis (16/12) petang. Pelabuhan ini dicurigai menjadi tempat keberangkatan TKI Ilegal ke Malaysia sebelum kapal tersebut terbalik di perairan Tanjung Balau, Johor, Malaysia, Rabu (15/12). F.Slamet Nofasusanto

batampos– Kapal pengangkut TKI Ilegal yang terbalik di perairan Tanjung Balau, Johor, Malaysia hingga menyebabkan banyak jatuh korban meninggal, Rabu (15/12), disebut berangkat dari Tanjunguban, Bintan. Anggota Satpolairud Polres Bintan langsung turun ke Pelabuhan Gentong, Tanjunguban Kecamatan Bintan Utara dan Sei Kecil, Kecamatan Teluk Sebong, Rabu (15/12) malam.

BACA JUGA: Kasus Covid Aktif di Kepri Tinggal 21 Pasien, Gubkepri-DPR Rapat Penanganan PMI 

Hal ini lantaran dicurigai masih ada aktivitas pengiriman TKI Ilegal dari Tanjunguban, Bintan ke Malaysia.

“Tadi malam (15/12) saya sama anggota ke sana (Pelabuhan Gentong). Tidak ada (aktivitas). Di Sungai Kecil juga kita ke sana semalam,” ungkap Kasatpolair Polres Bintan, AKP Syamsurizal, Kamis (16/12).

Syamsurizal mengatakan Satpolair Polres Bintan sudah mengecek ke Pelabuhan Gentong dan Sungai Kecil namun tidak ada aktivitas yang mencurigakan.

“Di pelabuhan tidak ada ketemu siapa, tidak ada kegiatan,” kata Syamsurizal.

Disinggung pemilik boat nahas yang mengangkut TKI Ilegal tersebut, Syamsurizal menjawab belum memiliki gambaran. “Belum dapat gambaran pastinya,” kata Syamsurizal.

Selain mengecek lokasi pelabuhan, apakah polisi memasang garis polisi di lokasi yang dicurigai tempat pengiriman TKI Ilegal ke Malaysia, Syamsurizal menjawab, tidak ada perintah.

Sementara Kapolres Bintan, AKBP Tidar Wulung Dahono mengatakan, Polres Bintan telah berkoordinasi dengan instansi terkait dalam hal ini Keimigrasian, TNI AL, Bea Cukai.

Setelah berkoordinasi, Kapolres mengatakan, Polres Bintan langsung mengecek ke lokasi yang dicurigai menjadi tempat pengiriman TKI Ilegal ke Malaysia.

“Langkah pertama kita cek ke lokasi, jadi Polair mengecek di situ apa bener ada, kalau memang masih ada kita tindaklanjuti karena dibilang di situlah tempat berkumpulnya,” kata Kapolres.

“Kalau dibilang mereka berkumpul ternyata di lokasi tadi malam tidak ada. Itu yang pertama dilakukan,” tambah Kapolres. Selanjutnya, Kapolres mengatakan, langkah kedua tetap koordonasi dengan tim terpadu.

“Kita juga berkoordinasi dengan tim terpadu dan KJRI untuk mnta identitas (korban) untuk mengetahui (korban) benar masyarakat sini atau mereka (hanya) melintas,” kata Kapolres.

Terkait kepemilikan boat, menurut Kapolres, tanpa informasi dari KJRI, Polres Bintan tidak akan tahu kepemilikan kapal motor yang mengangkut TKI ilegal ke Malaysia tersebut.

“Tapi kita tetap menyelidiki dengan berkoordinasi dgn tim terpadu,” kata Kapolres mengakui terkait masalah ini pembina fungsi dari Polda Kepulauan Riau (Kepri) sudah turun ke Bintan.

Pantauan di lapangan, pelabuhan Gentong, Tanjunguban yang dicurigai menjadi tempat penyelundupan TKI Ilegal hanya terlihat aktivitas bongkar muat tabung gas. Selain itu, tidak ada aktivitas lain.

Sebuah rumah kayu yang dicurigai menjadi tempat penampungan TKI ilegal juga terlihat sepi. Seorang warga yang kebetulan melintas di pelabuhan ketika ditanya soal kasus tenggelamnya kapal yang mengangkut TKI ilegal mengaku tidak tau. “Tidak tau, saya cuma pekerja kapal saja,” katanya singkat sembari berjalan. (*)

Reporter: Slamet