Metropolis

Kurir 14,3 Kg Sabu Lolos Dari Hukuman Penjara Seumur Hidup

Ilustrasi sidang

batampos – Tiga kurir penyelundupan 14,3 Kilogram (kg) sabu dari Malaysia yakni Dakir, Robby Saputra dan Adi Saputra selamat dari hukuman seumur hidup penjara. Mereka diberi keringanan hukuman dari tuntutan jaksa, yakni dengan vonis 20 tahun penjara.

Mendapat keringanan hukuman, ketiga terdakwa pun menerima putusan hakim yang dibacakan dalam sidang yang berlangsung virtual, Rabu (15/12).

Majelis Hakim Yoedi Anugrah menjelaskan majelis hakim sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Namun majelis hakim punya pertimbangan hukuman yang pantas untuk ketiga terdakwa. Perbuataan ketiga terdakwa terbukti menjadi perantara sabu dari Malaysia. Sesuai ketentuan pasal 112 ayat 2 jo 132 tahun 2009 no 35.

“Sependapat dengan JPU yang menyatakan terdakwa bersalah, namun mengenai hukuman, majelis hakim punya pertimbangan,” ujar Yoedi.

Menurut dia, hal yang memberatkan perbuataan ketiga terdakwa adalah mengikuti program pemerintah dalam pemberantasaan sabu di Indonesia dengan cara penyelundupan, serta dapat merusak generasi bangsa dan berbelit belit. Sedangkan hal meringankan, terdakwa bersikap sopan dan punya tanggungan keluarga.

“Memperhatikan pasal yang telah terbukti, maka menjatuhkan pidana terhadap terdakw Robby, Dakir dan Adi dengan masing-masing 20 tahun penjara,” tegas Yoedi.

Karena vonis 20 tahun penjara, ketiga terdakwa juga dibebankan membayar denda Rp 1 miliar dengan subsider 6 bulan apabila denda tak dibayar.

Atas vonis itu, kuasa hukum ketiga terdakwa Ellyu Suwita mengatakan bahwa para terdakwa menerima putusan tersebut. “Ketiga terdakwa menerima,” tegas Elly.

Sementara, JPU mengaku pikir-pikir, sebab vonis jauh lebih ringan dari tuntutan seumur hidup penjara.

Diketahui, ketiganya tertangkap pada bulan Mei 2021 lalu oleh petugas BNN Kepri. Berawal dari adanya informasi penyelundupan sabu dari Malaysia ke Batam. Yang kemudian ditelusuri, dan mendapati ketiga terdakwa saling berkaitan menjadi perantara 14,3 Kg sabu.

Dimana untuk menjadi perantara, masing-masing terdakwa dijanjikan upah berbeda, karena memiliki peran yang berbeda (berkas masing-masing terdakwa terpisah).

Diantaranya terdakwa Dakir dijanjikan upah Rp 100 juta untuk mengambil sabu dari Adi Saputra. Sedangkan Adi Saputra diupah Rp 1 juta per kg, dan Robby diupah Rp 7 juta per kg untuk mengambil sabu dari Malaysia. (*)

Reporter : Yashinta