Pro Kepri

BTKLPP Batam Pastikan Belum Ada Covid Varian Omnicron di Kepri

Kepala BTKLPP Batam Budi Santosa

batampos – Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke tanah air sangat banyak jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Lokasi karantina PMI di kota Batam mulai over kapasitas. Tiga rusunawa yakni Rusunawa Badan Pengusahaan (BP) Batam, rusunawa Pemko Batam Tanjunguncang I dan Rusunawa Pemko Batam Tanjunguncang II sebagai lokasi karantina PMI tampung sekitar 2.000 an PMI saat ini.

BACA JUGA: Ribuan Anak Usia 6 hingga 11 Tahun di Bintan akan Disuntik Vaksin Covid-19

Jumlah ini tidak jauh berbeda sepanjang pekan. Meskipun sudah banyak yang diperkenankan kembali ke daerah asal namun yang baru tiba juga sangat banyak. Jumlah PMI di lokasi karantina justru meningkat dibandingkan awal pekan lalu. Membludaknya PMI di lokasi karantina ini jadi perhatian serius Satgas Penanganan Covid-19 di kota Batam dan Kepri. Pemeriksaan kesehatan PMI diperketat yakni dua kali test swab dan karantina selama 10 hari.

dr Anggitha, petugas medis yang menangani kesehatan para PMI di lokasi karantina sebut membludaknya PMI yang kembali ke tanah air ini jadi risiko tersendiri bagi masyarakat di Indonesia. Jika satu orang saja yang lolos dengan membawa Covid-19 apalagi varian Omicron maka akan meningkatkan kembali gelombang penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Agar hal ini tidak terjadi petugas medis dan Satgas penanganan Covid-19 berupaya semaksimal mungkin agar tak ada satu PMI pun yang lolos kembali ke tanah air tanpa pengawasan petugas.

“Karena (PMI) yang positif juga cukup banyak sekarang. Terakhir ada 24 orang. Ini memang jadi perhatian kita semua untuk sama-sama mengawasi dan memantaunya. Tetap patuhi protokol kesehatan agar wabah ini tak lagi mewabah,” ujar Anggitha.

Upaya pencegahan serupa juga dilakukan oleh BTKLPP Batam selaku lembaga yang memeriksa sampel Covid-19 di wilayah Kepri. Pemeriksaan sampel PMI dilakukan berulang kali agar memastikan tak ada PMI yang lolos membawa masuk Covid-19. “Prosedurnya harus dua kali swab. Untuk sampel yang positif kita kumpulkan dan teliti lagi untuk memastikan apakah masuk varian atau non varian,” kata Kepala BTKLPP Batam Budi Santosa.

Sejauh ini sebut Budi, pemeriksaan sampel PMI termasuk sampel yang sudah dinyatakan positif berjalan dengan lancar tanpa ada kendala yang berarti. Hasilnya belum ada varian terbaru termasuk Omicron yang dibawa masuk oleh PMI. “Belum ada varian terbaru yakni omnicron. Kita tetap awasi secara serius,” kata Budi. (*)

Reporter: Eusebius Sara