Nasional

Gunung Semeru Erupsi Lagi

Penduduk berlarian usai Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, kembali mengeluarkan awan panas, Kamis (16/12). (AFP)

batampos – Gunung Semeru kembali mengeluarkan lahar dingin, Kamis (16/12) siang, sekitar pukul 12.30. Lahar dingin itu menerjang rumah warga di Dusun Bondeli Utara, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang. Lahar itu juga membawa potongan kayu dan bambu kering. Material kayu tersebut ditengarai merupakan sisa-sisa yang belum terbawa banjir saat terjadi erupsi pada Sabtu (4/12) lalu.

Ketua RT 005 Dusun Bondeli Utara Sugianto mengatakan, kayu yang terbawa lahar itu berserakan di jalan desa, hingga masuk ke rumah-rumah warga yang ada di RT setempat. Menurutnya, sebanyak 47 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat terjangan lahar dingin susulan tersebut.

Lahar dingin yang juga membawa material pasir tersebut sampai menutupi jalan aspal yang tebalnya sekitar 30 sentimeter. Sejak air mulai datang, kata Sugianto, warga sudah mulai meninggalkan rumah.
“Karena lahar dingin ini membawa potongan kayu hingga masuk ke halaman rumah-rumah warga, terutama yang ada di barat jalan. Untuk rumah yang lebih tinggi dari jalan selamat dari lahar dingin,” katanya.

Dia memaparkan, dirinya sengaja tidak meninggalkan rumah karena di depan kediamannya ada tumpukan kayu dan potongan bambu. Selain itu, Sugianto juga menjaga agar warga luar daerah tidak sampai masuk ke lokasi. Karena memang masih rawan terjadi lahar susulan. “Apalagi di pintu masuk yang ke arah Kampung Renteng masih terlihat awan berwarna cokelat. Sehingga masih rawan kalau ada warga yang mendekat,” ujarnya.

Lahar dingin yang membawa sampah kayu dan potongan bambu ini berasal dari luapan Sungai Kampung Renteng dan Kamar Kajang. Air meluap hingga ke jalan aspal yang ada di Desa Sumberwuluh. Tebalnya material pasir yang memenuhi jalan sangat kentara.

Bahkan, ada seorang pengendara motor yang terjebak dalam endapan pasir tersebut. Pengendara itu sampai dibantu warga dan relawan karena motornya terjebak pasir di jalan. “Karena sudah terkepung, akhirnya motor ditinggal di halaman rumah warga,” ungkap Sugianto.

Sementara menurut warga yang menjadi keamanan desa setempat, menuturkan, sehari kemarin terjadi dua kali luncuran lahar dingin. Lewat pukul 11.00 dan pukul 12.00 lebih. Setengah jam kemudian, setelah lahar dingin kedua terjadi, warga akhirnya meninggalkan rumah mereka. Karena rumah-rumah yang posisinya lebih rendah dari jalan terdampak. Warga pun mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Tak hanya lahar dingin, Gunung Semeru juga kembali meluncurkan awan panas guguran (APG). Akibatnya, warga keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Apalagi, APG tersebut disertai dengan asap tebal, sehingga sempat membuat warga di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, panik.

Menurut Alfin, warga Dusun Banjarejo Desa Sumbermujur, sebelum Semeru mengelurkan APG, dirinya mendengar suara letusan. Ternyata setelah keluar dari dalam rumah, dia cukup kaget. “Rupanya Gunung Semeru sudah mengeluarkan asap tebal dan tinggi,” katanya.

Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Joko Sambang membenarkan peristiwa itu. Dia menyebut, luncuran APG itu menjadi pertimbangan bagi pimpinannya dalam menentukan masa tanggap darurat yang sedianya berakhir Jumat (17/12).

APG Gunung Semeru terjadi pada pukul 09.00 dengan luncuran yang diperkirakan mencapai 4,5 kilometer lebih menuju arah Curahkobokan. “Tadi terjadi awan panas guguran. Belum tahu ini diperpanjang atau tidak (masa tanggap darurat, red). Tergantung pimpinan,” ucapnya.

Menurutnya, ada dua pilihan dalam menangani kebencanaan. Pertama, melakukan tanggap darurat, dan kedua, masa pemulihan. Adanya relokasi bagian dari proses pemulihan. Sehingga perlu ada kajian baru. “Sejauh ini belum ada keputusan dilanjut atau tidak dari pimpinan. Kami siap saja,” pungkas Joko. (*)

Reporter: JP Group