Politika

Pengamat: Ini yang Harus Dilakukan Jika Golkar Majukan Airlangga di Pilpres 2024

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan pidato nya dalam malam puncak HUT Partai Golkar Ke-57 di Jakarta, Sabtu (23/10/2021) malam. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Peniliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro, memprediksi Partai Golkar bakal mengusung Airlangga Hartarto sebagai calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang.

Pasalnya, Golkar telah memiliki sumbangsih signifikan selama dua kali Pilpres yakni tahun 2014 dan 2019. Selain itu, selama Airlangga memimpin Golkar, partai kental berwarna kuning ini jauh dari konflik internal.

Kemudian, selama menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga juga jauh dari kritik publik dengan kata lain berhasil menjalankan tugasnya.

“Keliatannya menyonsong 2024 Golkar bakal mengusung kadernya sendiri. Ketum ini keliatannya disiapkan mengikuti pilpres itu. Airlangga juga tidak menimbulkan berbagai polemik. Padahal omnibus law itu sangat luar biasa tetapi tidak ada yang ‘nembak’ langsung ke Airlangga,” kata Siti Zuhro, dalam acara diskusi yang digelar Political & Public Studies Policy bertajuk Airlangga Hartarto Capres Potensial 2024, Kamis (16/12).

Sementara itu pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing, mengatakan Airlangga sudah memiliki modal politik untuk dicalonkan menjadi capres 2024. Mulai dari sukses memimpin Golkar dan menjadi menteri serta memiliki wawasan yang sangat luas baik internasional dan nasional.

“Saya pikir Golkar tetap akan ajukan capres Airlangga. Jaringan nasional dan internasional cukup. Dalam konteks penanganan pimpinan partai semua bisa di rangkul. Keberhasilan tangani pandemi COVID-19 bahkan ekonomi membaik sembako tetap tersedia,” ucap Emrus.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menyampaikan Airlangga memiliki keunggulan untuk capres dibandingkan kandidat lain di Pilpres 2024.

Dianggap mampu membawa Golkar meraih perolehan suara besar hasil Pemilu 2019. Lalu memiliki kinerja terukur, pengalaman mumpuni, sangat berpotensi besar untuk dipilih publik. Posisi ketum parpol juga menjadi penting.

Airlangga juga memiliki rekam jejak di legislatif, karena pernah menjadi anggota DPR. Sementara di bidang ekonomi, Termasuk pernah menjabat sebagai ketua Asosiasi Emiten Indonesia.

“Golkar punya peluang, karena partai besar tidak akan sulit untuk menggandeng partai koalisi di pilpres 2024,” ucap Jerry.

Pendiri lembaga survei KedaiKopi Hendri Satrio menekankan jika Airlangga mau ingin maju menjadi capres 2024, Airlangga harus menyelesaikan beban politiknya menjadi seorang ketua parpol.

“Kita harus hindari pemilihan hasil dari pencitraan. Silahkan mau maju, pak Airlangga harus realistis turun ke masyarakat. Jangan terlena tepuk punggung,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP Group