Pro Kepri

Polisi Selidiki Pemilik Boat Nahas Angkut TKI Ilegal ke Malaysia, Dicurigai Berangkat dari Bintan

Kapolres Bintan, AKBP Tidar Wulung Dahono. F.Slamet Nofasusantoot terbalik

batampos– Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kepemilikan boat nahas yang terbalik di perairan Tanjung Balau, Johor, Malaysia, Rabu (15/12) dini hari. Kapolres Bintan AKBP Tidar Wulung Dahono mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan.

BACA JUGA: Satpolairud Karimun Gandeng Nelayan Antsipasi Pengriman TKI Ilegal

Preception of innocent (Persepsi tidak bersalah), kita coba dengan pembuktian, masih kita lakukan penyelidikan (pemilik boat). Kalau langsung tertuju pada beberapa kasus sebelumnya juga toh ada beberapa yang memang bisa dikaitkan untuk nama,” kata Tidar.

Berdasarkan informasi dari pembina fungsi Polda Kepri, kata Tidar, kapal pengangkut TKI Ilegal yang tenggelam di perairan Tanjung Balau, Johor, Malaysia berangkat dari wilayah Bintan.

“Kita juga mendapat petunjuk-petunjuk dari pembina fungsi Polda Kepri terkait masalah ini untuk melakukan penyelidikan,” kata Tidar. Selain itu Tidar mengatakan, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait.

Bahkan dari mulai terjadinya (kecelakaan laut), Tidar mengatakan, pihaknya sudah mengecek lokasi lokasi yang diduga tempat pengiriman TKI Ilegal. Sejauh ini, kata Tidar terdapat 4 titik yang dicurigai menjadi jalur pengiriman TKI Ilegal ke Malaysia dari Bintan.

“Kita sudah cek 4 lokasi tersebut, rata-rata ada di Bintan Utara,” sebut Tidar. Hanya menurutnya, tidak menutup kemungkinan ada tempat lain karena wilayah Bintan yang sebagian besar terdiri dari lautan.

Tidak hanya menyelidiki kepemilikan boat, Tidar mengatakan, pihaknya juga masih menyelidiki tempat yang diduga sebagai penampungan TKI Ilegal.

Termasuk kapal yang mengangkut TKI Ilegal, apakah hanya sebatas transit atau dijemput, Tidar mengatakan, masih dalam penyelidikan dan dibutuhkan pembuktian.

Terkait masalah ini, Tidar mengatakan, tidak sertamerta menjadi tanggungjawab kepolisian namun tanggungjawab bersama.

Karena itu, Tidar mengharapkan kerjasama masyarakat apabila mengetahui aktivitas pengiriman TKI Ilegal. “Kalau masyarakat tau agar segera diinformasikan,” tukas Tidar. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO