Nasional

Kemenkes: Kasus Covid-19 Varian Omicron di Wisma Atlet Tertular dari WNI yang Karantina

ILUSTRASI. Kementerian Kesehatan sudah melacak asal muasal penularan Covid-19 Omicron pada N, petugas kebersihan di RS Wisma Atlet. Padahal N mengaku tak pernah ke luar negeri. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos – Kementerian Kesehatan sudah melacak asal muasal penularan Covid-19 Omicron pada N, petugas kebersihan di RS Wisma Atlet. Padahal N mengaku tak pernah ke luar negeri.

Sebelumnya pada Kamis (16/12) Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengumumkan temuan kasus varian Omicron terdeteksi pada seorang petugas kebersihan berinisial N yang bekerja di RSDC Wisma Atlet Kemayoran Jakarta. N mengaku tidak pernah melakukan perjalanan ke luar negeri. Lalu dari mana N bisa tertular?

“Sehingga dapat disimpulkan N tertular dari WNI yang datang dari luar negeri, yang melakukan karantina di Wisma Atlet,” kata Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan resmi, Senin (20/12).

Nadia mengatakan terdeteksinya kasus pertama Omicron di Indonesia merupakan salah satu fungsi utama dari karantina bagi setiap orang yang masuk ke negara Indonesia. Melalui karantina, pelaku perjalanan dari luar negeri akan dipantau dan diobservasi oleh petugas kesehatan.

“Dengan demikian apabila pelaku perjalanan tersebut didapati positif Covid-19 bisa dengan segera dilakukan tracing,” jelasnya.

Tidak hanya itu, melalui karantina pula pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala bisa langsung ditangani petugas medis. Penting bagi setiap pelaku perjalanan luar negeri yang masuk ke Indonesia untuk melakukan karantina.

“Terdeteksinya Omicron di Indonesia merupakan salah satu keberhasilan dari karantina dan kita bisa dengan segera melakukan tracing untuk mencegah meluasnya penularan Omicron,” katanya.

Tak hanya N, Indonesia kini memiliki 3 kasus Omicron. Tambahan 2 pasien lagi merupakan hasil pemeriksaan sampel dari 5 kasus probable Omicron yang baru Kembali dari luar negeri. Kasus probable adalah kasus yang menunjukkan gejala klinis namun belum keluar hasilnya.

Dua pasien terkonfirmasi terbaru adalah IKWJ, 42 tahun, laki-laki, perjalanan dari Amerika Selatan. Dan pasien lainnya yakni M, 50 tahun, laki-laki, perjalanan dari Inggris.

“Saat ini keduanya sedang menjalani karantina di Wisma Atlet,” ungkap Nadia.  (*)

Reporter: JP Group