Sport

Hadapi Liverpool FC, Leicester City Butuh Wilf Bermain Agak Mundur

Aksi Gelandang bertahan Leicester City Wilfred Ndidi (kiri) melindungi bola dari gelandang serang Southampton FC Nathan Redmond dalam laga Premier League di St Mary’s (2/12). (GLYN KIRK/AFP )

batampos – Badai Covid-19 yang menyerang klub Premier League tidak membuat agenda sepak bola di tanah Inggris berhenti sejenak.

Malah, klub-klub dibikin pusing karena menghadapi agenda tengah pekan seperti perempat final Piala Liga. Jika Liverpool FC memiliki kedalaman yang bagus, tidak demikian dengan Leicester City.

Tactician The Foxes –julukan Leicester City– Brendan Rodgers harus memutar otak lantaran sembilan anak asuhnya terpapar Covid-19.

Yang paling pelik adalah sektor bek tengah karena absennya Caglar Soyuncu, Wesley Fofana, dan Jannick Vestergaard.

Alhasil, Rodgers hanya tinggal memiliki Daniel Amartey sebagai bek tengah di tim utama yang masih fit.

Lalu, siapa yang jadi partnernya? Rodgers diklaim telah mempertimbangkan bek kiri Ryan Bertrand untuk menemani Amartey.

Namun, ada opsi lain yang tak kalah bagus. Yakni, memundurkan posisi Wilfried Ndidi dari gelandang bertahan.

Rodgers sudah menjajalnya dan sukses ketika The Foxes mencatatkan clean sheet (menang 4-0) melawan Newcastle United (12/12).

Meski pada awal laga dimainkan sebagai gelandang bertahan, Rodgers kemudian menggeser Ndidi sebagai bek tengah saat Evans mengalami cedera.

Ditinggal Ndidi sebagai bek tengah juga tidak akan menyulitkan sektor gelandang bertahan The Foxes seiring memiliki Boubakary Soumare.

Dia adalah gelandang bertahan yang musim lalu memenangi Ligue 1 bersama Lille OSC. ’’Wilf (sapaan akrab Ndidi, Red) mungkin dibutuhkan di posisi itu (bek tengah, Red) karena dia pernah beberapa kali memainkannya,’’ sebut Rodgers dalam wawancara dengan Leicestershire Live.

Sepanjang karier, Ndidi delapan kali mengawali pertandingan sebagai center back. Empat di antaranya saat pemain berkebangsaan Nigeria itu sudah memperkuat Leicester City.

’’Aku tahu dia adalah pemain yang selalu bersedia memberikan segalanya ketika dipercaya. Selain itu, Wilf merupakan pemain yang dominan dalam duel-duel udara,” beber mantan tactician Liverpool FC tersebut.

Di skuad Leicester musim ini, Ndidi memiliki statistik tekel paling banyak. Jumlah intersepnya juga terbanyak. Dua aspek itu mendukung Ndidi untuk dipercaya sebagai bek tengah. (*)

Reporter: JPGroup