Pro Kepri

Hadapi Nataru, Pemko Gelar Apel Siaga

Jajaran Satpol PP Kota Tanjungpinang, foto bersama Walikota usai apel siaga persiapan pengamanan Nataru.

batampos– Tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Dinas Perhubungan (Dishub), Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) diminta siaga dalam pengamanan terhadap ancaman gangguan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat yang mungkin terjadi selama Natal dan Tahun Baru (Nataru)

Wali Kota Tanjungpinang, Rahma minta agar jajarannya mengetahui, memahami, dan mampu melaksanakan ketentuan yang diatur dalam Surat Edaran (SE) pencegahan dan penanggulangan virus covid-19 saat Nataru secara arif dan bijaksana.

BACA JUGA: Riono: Vaksinasi Anak Usia 6-12 Tahun oleh Pemko Tunggu Arahan Gubkepri

“Alhamdulillah berkat kerja keras seluruh jajaran Pemko bersama unsur TNI Polri, Tanjungpinang sudah berada di zona hijau dan nol kasus covid-19. Namun kita tetap harus meningkatkan kewaspadaan, tidak larut dalam euforia hingga meninggalkan protokol kesehatan karena bahaya covid-19 masih menjadi ancaman,” kata Rahma saat apel siaga, Rabu (22/12).

Pemasangan pita kepada tim gabungan pengamanan nataru.

Rahma berpesan kepada anggota tim gabungan, terutama Satpol PP, diminta melakukan koordinasi yang baik kepada unsur TNI, Polri, kecamatan, kelurahan, hingga perangkat RT RW.

Meski harus melaksanakan tugas secara tegas sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) dan SE Wali Kota yang mengatur pembatasan-pembatasan selama periode Nataru, tim juga diminta melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya upaya menjaga prokes covid-19 di lingkungan masyarakat.

“Perlu keseimbangan antara pelaksanaan prokes covid-19 dan berjalannya roda perekonomian, sosial, dan budaya masyarakat. Oleh sebab itu, laksanakan tugas secara baik dan bijaksana melalui pendekatan persuasif, berikan edukasi serta pemahaman kepada masyarakat bahwa penanggulangan covid-19 adalah tanggung jawab bersama dan perlu mendapat dukungan seluruh pihak terutama masyarakat,” ungkap Rahma.

Personel Satpol PP mengikuti apel siaga jelang Nataru.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja Teguh Susanto, mengatakan selama periode Nataru berlaku pembatasan-pembatasan baru yang mengatur aktivitas masyarakat.

Terutama pada tanggal 31 Desember 2021 dan 1 Januari 2022, seluruh ruang publik, taman kota, dan tempat yang biasanya menjadi tempat berkumpul warga dinyatakan ditutup.

Hal tersebut, diatur dalam Inmendagri Nomor 66 Tahun 2021, dan Surat Edaran Wali Kota Tanjungpinang Nomor 443.1/1482/6.2.03/2021 tentang pencegahan dan penanggulangan covid-19 pada periode Nataru.

“Biasanya masyarakat berkumpul untuk merayakan malam pergantian tahun pada ruang-ruang publik, dan taman kota. Sesuai dengan ketentuan Inmendagri dan Surat Edaran Wali Kota, pada 31 Desember 2021 dan 1 Januari 2022 tempat-tempat tersebut dinyatakan ditutup. Tujuannya sebagai langkah antisipasi dan pencegahan penularan covid-19,” ucap Teguh.

Kata Teguh, pihaknya sudah menyusun agenda pelaksanaan tugas terkait pelaksanaan SE Wali Kota. Saat perayaan Natal, Satpol PP akan melaksanakan pengamanan di 16 gereja yang bernaung di bawah Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Kota Tanjungpinang. Masing-masing gereja akan dijaga oleh dua personel Satpol PP ditambah anggota Tim Gabungan Pemko Tanjungpinang.

“Pemetaan tersebut ditujukan untuk memberikan dukungan pengamanan perayaan Natal yang juga akan dilaksanakan unsur TNI Polri,” terangnya.

Kemudian, khusus pada 31 Desember 2021, Satpol PP akan mengerahkan 100 personel ke tempat fasilitas umum dan taman-taman kota. Tim Gabungan juga akan melaksanakan patroli keliling untuk menyisir ruang publik lain yang diperkirakan terjadi kerumunan massa.

“Pada malam tahun baru, tempat hiburan malam hanya diperkenankan buka sampai pukul 22.00. Masyarakat diminta merayakan malam pergantian tahun di lingkungan keluarga saja. Kami mengharapkan agar hal ini dapat dipahami bersama, bahwa tujuannya adalah untuk menjaga serta mencegah penularan varian baru virus covid-19 di Kota Tanjungpinang,” imbau Teguh. (*)

Reporter: Peri Irawan