Pro Kepri

Penyebab Ledakan hingga Tewaskan Udin Masih Diselidiki, Polisi Akan Uji Lab Serbuk yang Ditemukan di Ember

Kapolsek Bintan Timur, AKP Suardi. F.Slamet Nofasusanto

batampos– Penyidik Polsek Bintan Timur masih menyelidiki penyebab ledakan yang menewaskan Nazarudin alias Udin, warga Kampung Kuala Lumpur, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Rabu (22/12) sekira pukul 14.00 WIB.

“Kalau dugaan bom ikan, di lokasi tidak ditemukan bukti mengarah bom ikan. Sudah kita telusuri rumahnya, tidak meninggalkan jejak seperti pipa atau sumbu,” kata Kapolsek Bintan Timur, AKP Suardi, Kamis (23/12) di Mapolres Bintan, Bintan Buyu. Ledakan yang terjadi di dapur rumah kontrakan itu, kata Suardi, ditemukan tabung gas, hanya kondisinya masih utuh.

BACA JUGA: Udin, Korban Ledakan di Kampung Kuala Lumpur, Kijang, Meninggal dengan Luka di Sekujur Tubuh

“Tabung gas masih utuh, hanya kita belum tau apakah tabung gasnya meledak atau tidak,” kata Suardi.

Di lokasi juga, ditemukan serbuk atau bubuk yang tersimpan di ember. “Memang ditemukan serbuk mencurigakan di ember cat, serbuk kayak butir garam,” katanya.

Serbuk tersebut, kata Suardi akan dibawa ke lab untuk mengetahui kandungan zat dari serbuk yang ditemukan di ember cat itu.

Kasus ini, katanya sudah dilaporkan ke Polda Kepri. Menurutnya, ada kemungkinan Jihandak Brimob Polda Kepri akan turun tangan untuk mengecek zat dari serbuk tersebut.

“Setelah hasilnya diketahui, mungkin kita baru tau penyebab ledakan,” katanya. Terkait ledakan ini, polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk tetangga korban.

Suardi mengatakan, menurut keterangan dari tetangga korban bahwa awalnya terdengar suara ledakan dan dentuman yang sangat keras.

“Tetangganya langsung nengok ke rumah korban, korban sudah tergeletak,” katanya. Tidak lama, korban dilarikan ke rumah sakit dengan menggunakan ambulans.

“Korban meninggal di rumah sakit,” kata Suardi. Suardi mengatakan, malam itu juga korban dimakamkan di TPU Kijang, Bintan Timur.

“Keluarganya sudah tau. Pas kejadian ledakan korban sendiri di rumah kontrakan karena istri dan dua anaknya pulang kampung ke Kalimantan ” kata Suardi. (*)

Reporter: Slamet