Nasional

Polri Amankan 222 Kg Sabu Jaringan Malaysia

Ilustrasi barang bukti Narkotika berupa sabu. (Dok. Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengungkap kasus peredaran gelap narkoba jaringan Malaysia – Indonesia. Total 222 kilogram sabu diamankan dalam kasus ini.

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Siregar mengatakan, pengungkapan kasus ini hasil kerjasama dengan Ditresnarkoba Polda Aceh serta Bea Cukai. Kasus ini berawal sejak 16 Desember 2021 lalu atau jelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Saat itu, sebanyak dua orang diamankan yakni HB, 26, dan FR, 40.

“Pada Kamis, 16 Desember 2021, sekitar pukul 18.30 WIB di Perairan Pesisir Simpang Ulim Aceh Timur sekitar 3 mil dari pantai, tim melakukan pengejaran terhadap Kapal Oskadon yang dicurigai usai menjemput narkoba ke perairan Malaysia,” kata Krisno kepada wartawan, Jumat (24/12).

Di dalam kapal itu, petugas menemukan 15 karung dan 5 tas berisi 222 kilogram sabu, 200.000 butir ekstasi dan 4.750 butir happy five.

Dalam kasus ini, petugas masih melakukan pengejaran terhadap seseorang berinisial SJ, 48. Dia bertugas memerintahkan HB dan FR untuk menjemput barang haram itu ke perairan Malaysia.

“Pada Jumat, 17 Desember 2021 pukul 00.30 WIB. Tim berhasil menangkap tersangka SJ di depan Mini Market Putri Kembar Jalan Medan-Banda Aceh, Nomor 5, Matong Glumpong Dua, Kecamatan Peusangan, Bireuen,” imbuh Krisno.

Selanjutnya, tim melakukan penggeledahan di rumah SJ di Desa Jangka Keutapang, Kecamatan Jangka, Biruen. Saat itu, ditemukan sekarung sabu dengan berat 12 kilogram.

“Dari hasil interogasi tersangka SJ, didapat keterangan bahwa dia dikendalikan oleh SF alias HT (DPO) berada di Malaysia,” pungkas Krisno.

Atas perbuatannya, para terduga pelaku dipersangkakan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup dan denda maksimal Rp10 miliar.

Subsidair, Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika. ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup dan denda maksimal Rp 8 miliar. (*)

Reporter: JPGroup