Metropolis

Kejahatan di Batam Didominasi Kasus Curanmor dan Jambret

Personel Reskrim Polsek Lubuk Baja menangkap DW, Jumat (19/11/2021). DW Diketahui sebagai pelaku penjambretan di kawasan Baloi, Lubukbaja. Foto: AKP Budi Hartono untuk batampos.co.id

batampos – Tindak kejahatan selama 2021 didominasi kasus pencurian sepeda motor (curanmor) dan kejahatan jalanan, jambret. Terbukti, hampir setiap bulannya Jajaran Polresta Barelang menangkap para pelaku kejahatan tersebut.

Dari data yang dihimpun, selama tahun ini polisi berhasil mengungkap 35 kasus curanmor dan 12 kasus penjanbretan. Kejahatan ini marak terjadi di kawasan Bengkong dan Batamkota.

“Untuk data lengkap nanti akan kita sampaikan pada akhir tahun,” ujar Kasi Humas Polresta Barelang, Iptu Tigor Sidabariba, Senin (27/12).

Untuk kasus curanmor, pelaku rata-rata mengincar motor yang terparkir di perumahan dan pertokoan. Pelakunya tak hanya orang dewasa, namun belakangan didominasi anak di bawah umur.

Seperti di Bengkong dan Sagulung, komplotan anak-anak melakukan pencurian motor. Motor curian tersebut dijual dan hasilnya digunakan untuk bermain warnet serta mabuk-mabukan.

“Memang beberapa kasus yang ditangani dilakukan anak di bawah umur,” kata Tigor.

Sedangkan kasus kejahatan jalanan jambret, rata-rata dilakukan pelaku yang merupakan residivis. Tak hanya mengambil barang berharga korban, kejahatan ini juga menyebabkan korban kehilangan nyawa.

Seperti kasus jambret di Vihara Duta Maytreya, Sei Panas, Minggu (10/10) pagi. Korban, Ervina Juni Harahap yang mengendarai sepeda motor tewas setelah dijambret 2 pelaku. Korban yang mengejar pelaku menggunakan sepeda motor menabrak pohon. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI