Metropolis

Polisi Buru Perekrut PMI Ilegal ke Sejumlah Provinsi

Rilis Tersangka Pekerja Migran Indonesia 1 F Cecep Mulyana scaled e1641217504202
Dirkrimum Polda Kepri Kombes Pol Jefri Ronald Parulian (kiri) bersama Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt memberikan keterangan pengungkapan Tersangka Acin dalam kasus penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal yang tenggelam di Malaysia saat ekspos di Mapolda Kepri, Senin (3/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos- Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri tidak berhenti pada penangkapan Susanto alias Acing di Jalan Lobam, Tanjunguban, 2 Januari lalu. Penangkapan terhadap Acing merupakan tindaklanjut atas kasus tenggelamanya PMI ilegak di Perairan Balau, Johor Bahru, Malaysia. Polisi pun sedang memburu para sindikat perekrut PMI ilegal di sejumlah provinsi. Kepada penyidik Acing mengaku hanya memfasilitasi tempat penampungan, pelabuhan dan kapal untuk PMI yang berangkat ke Malaysia secara ilegal.

Acing, kata Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Jefri Siagian tidak bekerja sendirian. Ada seseorang yang mengkoordinir perekrutan dan mengkontak Acing untuk menyeberangkan PMI ke Malaysia secara ilegal.

“A (Acing) dengan jelas (mengetahui proses pemberangkatan dan penampungan). Karena, dia pemilik tempat penampungan, kapal dan menggaji nakhoda serta ABK (Anak Buah Kapal) yang memberangkatkan para PMI,” kata Jefri.

Rekan Acing yang diduga sebagai orang yang menggkoordinir semua ini, masih sedang diburu kepolisian. Jefri mengaku belum bisa menyebutkan inisial rekan Acing. Dari pengakuan Acing, mereka sudah bekerjasama sejak 2019. “Ada beberapa kali pengiriman. Terkait berapa keuntungan, kami sedang melakukan pengecekan transaksi. Nanti akan kami hitung,” ucapnya.

BACA JUGA: Susanto Alias Acing, Otak Pelaku Penyelundupan PMI Ditangkap Polisi

Jaringan rekan Acing akan diusut tuntas. Jefri mengatakan jajaran Ditreskrimum sudah menyebar ke beberapa daerah, untuk menemukan perekrut jaringan penyelundupan manusia yang melibatkan Acing sebagai pengelola transportasi.
“Sejak Desember anggota sudah berpencar ke beberapa provinsi,” ucapnya.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt mengatakan bahwa penyidikan kasus ini melibatkan Mabes Polri.
“Satgas misi kemanusian ini lengkap, ada dari Polda Kepri unsur reskrim, Propam dan juga dari Bareskrim Mabes Polri,” ujarnya.

Harry mengatakan polisi telah memeriksa 5 orang saksi, atas tersangka Juna dan Agus. Sedangkan Acing, polisi baru meminta keterangan terhadap istrinya, Z.

Saat ditanyakan mengenai keterlibatan oknum-oknum aparat? Harry mengatakan jajarannya masih fokus melakukan pemeriksaan atas pembuktian atas para tersangka dan repatriasi jenazah PMI. “Itu kan stateman BP2MI,” ucapnya.

Harry mengatakan S dijerat dengan menggunakan pasal 4, Pasal 7 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Atau Pasal 81 dan Pasal 83 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Atau Pasal 3 Jo Pasal 4 Undang-Undang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. “Proses masih terus berlanjut,” ujarnya. (*)

Reporter: Fiska Juanda