Nasional

Survei: KIP Kuliah Dapat Penilaian Positif dari Para Penerima

Ilustrasi KIP Kuliah. (Dok. JawaPos)

batampos – Pendidikan tinggi berpotensi memberikan dampak positif tercepat dalam pembangunan SDM unggul. Oleh kerena itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah meluncurkan KIP Kuliah Merdeka pada 26 Maret 2021 sebagai kebijakan Merdeka Belajar Episode Kesembilan.

Skema KIP Kuliah itu memberikan bantuan biaya pendidikan (uang kuliah) dan biaya hidup yang jauh lebih tinggi. Perubahan tersebut berlaku untuk mahasiswa baru yang menerima KIP Kuliah pada 2021 dengan alokasi anggaran Rp 2,5 triliun.

Untuk melihat respons dari para penerima, Lembaga Survei Indonesia (LSI) pun melakukan survei dengan jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 267 responden. Direktur LSI Djayadi Hanan pun memberikan paparannya.

Berdasar survei, secara umum program Merdeka Belajar adalah program yang populer di kalangan penerima KIP Kuliah Merdeka maupun pimpinan perguruan tinggi. Mayoritas (83,1 persen) mengetahui program tersebut dan hampir semuanya (91 persen) menilai pelaksanaannya secara positif.

”Program KIP Kuliah juga dinilai positif dan mendapatkan apresiasi yang tinggi, baik dari segi kemanfaatan maupun prosesnya. Peningkatan besaran biaya hidup dinilai sudah memadai dan sudah memperhatikan dengan baik keadilan antarwilayah. Komponen terbesar biaya hidup menurut para responden adalah biaya tempat tinggal dan biaya makan,” ungkap Djayadi Hanan dikutip pada Senin (3/1).

Selain itu, lanjut dia, biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang disediakan juga dinilai sudah memadai. Pengeluaran biaya pendidikan paling besar mencakup kuota internet, bahan kuliah, alat pembelajaran, dan biaya praktikum.

Hal menarik lainnya yakni perubahan biaya pendidikan berdasar akreditasi program studi umumnya juga dinilai positif. Sebab, memberikan peluang bagi peserta KIP Kuliah untuk mengikuti program Merdeka Belajar secara lebih baik.

”Model pembiayaan ini juga dinilai positif untuk peningkatan mutu pembelajaran,” imbuh Djayadi Hanan.

Selaras dengan hasil survei LSI, salah satu penerima manfaat KIP Kuliah Merdeka Alifia Cantika Nurrahmah, asal Sumatera Barat turut menyampaikan komentar positifnya. Dia merasa beruntung karena dapat merasakan manfaat KIP Kuliah.

”Alhamdulillah, saya senang dan bahagia bisa merasakan manfaat KIP Kuliah Merdeka ini. Dengan program ini saya lebih percaya diri untuk berkuliah dan menggapai cita-cita,” ucap Alifia. (*)

Reporter: JP Group