Metropolis

Pungli di Jembatan Barelang Kembali Marak

Pungli Jembatan I Barelang Dalil Harahap scaled e1641272816133
Oknum juru parkir memungut uang parkir kepada pengunjuung di Jembatan I Barelang, Sabtu (1/1). Pemungutan parkir di Jembatan ini adalah pungli. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Aktivitas pungutan liar (pungli) dengan modus pungutan parkir liar di Jembatan Barelang kembali meresahkan wisatawan dan masyarakat yang berkunjung. Setiap pengunjung yang berhenti di sekitar badan jembatan, dihampiri oknum tanpa mengenakan pakaian petugas parkir resmi.

Tukang parkir ini tidak berseragam ataupun memiliki tanda pengenal sama sekali. Mereka berkeliaran seperti pengunjung pada umumnya.

Ia tidak melarang pengendara yang berhenti di atas badan jembatan, mereka justru memanfaatkan kesempatan itu untuk memperoleh rupiah.

Sebagian warga memang memprotes, namun tidak berdaya. Sebab, kelompok jukir liar ini cukup banyak. Pengunjung menyayangkan hal itu, sebab memberatkan dan merepotkan pengunjung.

”Kalau memang tak boleh orang parkir di atas jembatan, harusnya dilarang atau diusir, ini enggak, malah dipalak Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu,” tutur Sanur, pengunjung yang kesal karena dimintai tarif parkir Rp 5 ribu saat turun dari sepeda motor untuk berfoto di atas Jembatan I Barelang.

Menurutnya, jukir liar itu cuek saja saat orang parkir atau berhenti. Begitu pengunjung mau pergi, atau terlihat berhenti dalam waktu lama, baru oknum tersebut nongol dan memungut uang dengan berbagai alasan.

”Petugas (resmi) tak ada sama sekali, padahal ada pos penjagaan dekat Jembatan I Barelang ini. Kacau memang wisata di Batam ini,” ujarnya.

Pengunjung lainnya, Reni, juga mengaku resah dengan pungutan parkir liar tersebut. Sebab, ia hanya berhenti beberapa saat untuk mengambil foto.

”Saya naik motor, berhenti sebentar. Tiba-tiba datang laki-laki minta uang parkir Rp 5 ribu,” ujarnya, kemarin.

Ia menambahkan, seluruh pemilik kendaraan yang berada di jembatan tersebut turut ditagih uang parkir oleh oknum tersebut. Untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor, dikenakan Rp 5 ribu dan Rp 10 ribu untuk kendaraan roda empat.

”Anehnya, saya pindah ke jembatan 2 juga ditagih lagi,” katanya.

Hal senada dikatakan Abdul, pengunjung lainnya. Ia mengaku, saat berhenti di Jembatan I Barelang, langsung dihampiri seseorang yang menagih uang parkir Rp 5 ribu. Pria tersebut memberikan karcis berwarna kuning.

”Kalau berhenti lama tak apa ditagih. Kadang dalam semalam bisa dua kali,” katanya.

Keadaan yang sama juga terjadi di lokasi wisata pantai yang dikelola oleh pihak ketiga di sepanjang Pulau Galang.

Pengunjung sudah dibebani biaya masuk yang mahal, namun parkir kendaraan juga harus bayar. Selain itu, kendaraan pengunjung banyak yang rusak namun tidak ada tanggung jawab dari pihak pengelola.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Reza Morandy Tarigan, saat dikonfirmasi menegaskan akan menindak pungli tersebut. ”Nanti kami tindak,” ujar Reza di Mapolresta Barelang. (*)

 

Reporter: YOFI YUHENDRI, EUSEBIUS SARA