Pro Kepri

Nahkoda Kapal Milik Acing Ditangkap di Malaysia

Dirkrimum Polda Kepri Kombes Pol Jefri Ronald Parulian (kiri) bersama Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt memberikan keterangan pengungkapan Tersangka Acing dalam kasus penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal yang tenggelam di Malaysia saat ekspos di Mapolda Kepri, Senin (3/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos-Ada 13 orang yang selamat dari kasus tenggelamnya kapal pengangkut TKI ilegal dari Bintan menuju Malaysia. Dua diantaranya adalah adalah nakhoda dan anak buah kapal yang terbalik di perairan Malaysia milik Susanto alias Acing, warga Bintan. Keduanya Sofyan dan Amirul.

Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan TKI BP2PMI Kepri, Darman Sagala mengatakan, Indonesia menghormati proses hukum yang berjalan di Malaysia. “Karena mereka memang melakukan pelanggaran, tentunya akan diproses sesuai hukum yang berlaku disana (Malaysia),” ujar Darman.

BACA JUGA: Polisi Buru Rekan Acing, Sindikat Pengirim TKI Ilegal ke Malaysia

Hingga kini, Polda Kepri masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang tersangka. Salah seorang tersangka yang terbaru yakni Acing, masih menjalani pemeriksaan intensif. Dari kasus Acing, polisi juga menelusuri harta yang didapat dari tindak pidana penyelundupan manusia.

Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman menyampaikan akan mengantisipasi pengiriman PMI secara ilegal. Ia mengatakan sudah meminta Polisi Perairan menambah intensitas patroli. Namun, ia mengatakan karena keterbatasan armada, patroli tidak bisa dilakukan secara masif.

Selain itu, jika ada menemukan kapal mencurigakan, Kapal milik Polair paling cepat melaju di 36knot. Sedangkan kapal para penyelundup dapat melaju lebih kencang. Karena kapal penyelundup sering menggunakan 4 unit atau bahkan sampai 6 unit mesin 200pk.

Demi mengantisipasi kekurangan itu. Aris mengaku sudah meminta jajaran Polda Kepri, seperti Kapolres dan Kapolsek, melakukan patroli darat di kawasan-kawasan yang rawan digunakan sebagai tempat pemberangkatan PMI ilegal. “Khususnya di Bintan, Karimun dan Tanjunglinang, saya minta cek. Termasuk juga penampungan PMI,” ucapnya. (*)

Reporter: Fiska Juanda