Metropolis

Hamdan Mengaku Tak Suka Dengar Ceramah Febi Arifin

838bbad831db9d7868ea705c15672949
Ilustrasi sidang

batampos – Kasus penganiayaan ustad Febi Arifin di Masjid Baitussyakur, Jodoh akhirnya bergulir di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (6/1). Hamdan alias Darmansyah pun duduk sebagai terdakwa penganiayaan.

Sidang kasus penganiyaan itu menghadirkan korban, yakni Febi Arifin, yang memberi kesaksian dari Kantor Kejaksaan Negeri Batam. Dalam keterangannya, korban mengaku awalnya tak menyadari kehadiran terdakwa karena sedang fokus berceramah. Namun, secara tiba-tiba ada seorang pria mendekat dan mengejarnya. Ia pun reflek lari dari kejaran pria tak dikenal tersebut. “Saya tak kenal sama terdakwa,” ujar korban.

BACA JUGA: Ustaz di Batam Diserang OTK saat Ceramah, Begini Kronologinya

Sementara, terdakwa yang memberi keterangan dari tahanan Polresta Barelang juga membenarkan ia tak kenal dengan korban. Aksi penyerangan terhadap korban pun ia lakukan secara spontan saat berada di sekitar masjid tersebut. “Saya tak kenal dengan korban, saya lakukan juga spontan,” ujar terdakwa.

Diakui terdakwa, penyerangan yang dilakukannya seorang diri dikarenakan tak senang mendengar ceramah korban. Ia pun kemudian masuk ke dalam masjid dan langsung mengejar korban yang tengah berceramah. “Saya benci mendengar korban berceramah, makanya saya kejar,” imbuhnya.

Aksi terdakwa spontan membuat korban lari dan terjatuh. Dan saat itulah terdakwa langsung menendang dan memukul pipi korban. “Saya pukul dan tendang,” tegasnya.

Usai mendengar keterangan terdakwa, majelis hakim pun menunda sidang hingga minggu depan, dengan agenda tuntutan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Karyo So Immanoel menjelaskan Hamdan didakwa dengan Pasal 351 Ayat (1) dan (4) KUHPidana. Dengan ancaman penjara 7 tahun. “Minggu depan tuntutan,” tegas pria yang akrab disapa Noel. (*)

Reporter: Yashinta